AQIDAH ISLAMIYAH
Yang Wajib Dipelajari Pertama Kali oleh Seorang Mukallaf
Pertanya'an: Apakah yang wajib dipelajari terlebih dahulu oleh orang mukallaf (aqil baligh)? Apakah belajar membaca Alquran atau (barzanji). Apakah kitab yang berbahasa Arab? Ataukah yang berbahasa daerah yang menerangkan kewajiban orang mukallaf.
Jawaban: Yang wajib dipelajari lebih dahulu, iyalah belajar Tauhid ( ke dua kalimat syahadat ) dan mengerti artinya dengan bahasa apa saja.
keterangan, dalam kitab Ittihaf Syarah Ihya' juz II dan kitab Maslakul Atqiya 'Syarh Azkiyaa':
فَإِذَا بَلَغَ الرَّحُلُ الْعَقِلُ بِالْإِحْتِلَامِ أَوِ السِّنِّ ضَحْوَةَ نَهَارٍ مَثَلََا فَأَوَّلُ وَاجِبٍ عَلَيْهِ تَعَلُّمُ كَلِمَتَيْ الشَّهَادَتَيْنِ وَفَهْمُ مَعْنَاهُمَا وَهُوَ قَوْلُ لٓااِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ. (الجزء الثاني من الانحراف على الإحياء)
Apabila seorang laki-laki yang berakal telah baligh dengan bermimpi (keluar sperma) atau menjadi dewasa misalnya di siang hari, maka kewajiban pertama terhadapnya adalah mempelajari ilmu Tauhid( dua kalimat syahadat) dan mengerti artinya yakni kalimat la ilaha illa Allah, Muhammad Rasulullah.
وَتَفْصِيْلُ ذَلِكَ أَنَّ الرَّجُلَ الْعَاقِلَ إِذَا بَلَغَ ضَحْوَةَ نَهَارٍ مَثَلََا فَأَوَّلُ وَاجِبٍ عَلَيْهِ تَعَلُّمُ كَلِمَتَي الشَّهَادَةِ وَفَهْمُ مَعْنَاهُمَا. وَلَا يَجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يُحَصِّلَ كَثْفَ ذَلِكَ لنَفْسِهِ بِالنَّظَرِ وَالْبَحْثِ وَتَحْرِيْرِ الْأَدِلَّةِ بَلْ يَكْفِيْهِ التَّصْدِيْقُ وَالْإِعْتِقَادُ الْجَازِمُ مِنْ غَيْرِ احْتِلَاجِ رَيْبٍ وَذَلِكَ قَدْ يَحْصُلُ بِمُجَرَّدِ التَّقْلِيْدِ وَالسِّمَاعِ. (مسلك الأتقياء على الأذكياء)
Adapun perinciannya adalah, bahwa laki-laki yang berakal jika mencapai dewasa misalnya di tengah hari, maka kewajiban pertamanya adalah mempelajari ilmu tauhid (dua kalimat syahadat ) dan memahami artinya. Dan ia tidak berkewajiban dalam pemahaman tersebut untuk melakukan penelitian dan mengurai dalil-dalil terkait, namun cukup baginya sekedar mau mempercayai dan meyakininya secara mantap tanpa keraguan sama sekali dan yang demikian itu bisa diperoleh dengan hanya bertaklid dan mendengar dari orang lain.
(Zawiyah Nuruz Zholam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar