FIQIH
Tentang: Diperbolehkan Mengikuti Pendapat Diluar Madzhab Empat
وَلَا بَأْسَ بَتَقْلِيْدِ غَيْرِ مَنْ الْتَزَمَ مِنْ مَذَابِهِ فيْ أَفْرَادِ الْمَسَائِلِ سَوِاءٌ كَانَ تَقْلِيْدُهُ لِـأَحَدِ الْأَئمَّةِ الْأَرْبَعَةِ أَوْ لِغَيْرِهِمْ مِمَّنْ حَفَظَ مَذْهَبُ فِيْ تِلْكَ الْمَسْئَلَةِ وَدُوِّنَ حَتَّى عُرِفَتْ شُرُوْطُهُ وَسَائِرُ مُعْتَبَرَاتِهِ.
Boleh-boleh saja mengikuti mazhab lain untuk masalah-masalah tertentu. Bait taklid tersebut kepada salah satu dari madzhab empat atau madzhab-madzhab yang lain asalkan madzhab tersebut betul-betul terjaga kemurniannya dan telah dibukukan.
Demikian ini, agar bisa diketahui syarat-syarat dan hal-hal penting yang berkaitan dengan madzhab yang diikuti.
فَاْ لإجْمَاعُ الَّذِي نَقَلَهُ غَيْرُ وَاحِدٍ عَلَى مَنْعِ تَقْلِيْدِ الْصَّحَابَةِ يُحْمَلُ عَلَى مَا لَمْ يُعْلَمْ نَسْبَتُهُ لِمَنْ يَجُوْزُ تَقْلِيْدُهُ أَوْ عُلَمَتْ وَلَكِنْ جُهِلَ بَعْضُ شُرُوْطِهِ عِنْدَهُ
Dengan demikian ijma' ulama yang seringkali disampaikan, mengenai tidak diperbolehkan taqlid kepada para sahabat, lebih tepat jika diarahkan untuk pendapat-pendapat yang pencetusnya tidak diketahui secara pasti atau diketahui namun syarat-syarat yang berkait dengan madzhab tersebut belum bisa diketahuinya.
(Zawiyah Nuruz Zholam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar