FIQIH
NAJIS
Semua Darah Ketika Sedikit di Ma'fu kecuali Darah Anjing dan Babi
سِتٌ وَسِتُّوْنَ يُعْفَى عَنْ نَجَاسَتِهَا. حَالَ الصَّلَاةِ بِلَا غَسْلٍ لطُهْرَتِهِ.
"Ada enam puluh enam najis yang dima'fu ketika sholat, dengan tanpa wajib membasuh untuk mensucikannya".
كُلُّ الدِّمَاءِ إِذَا قَلَّتْ فَلَا حَرْجْ. وِفِى الْبَيَانِ سِوَى كَلْبٍ لِغِلْظَتِهِ
"Segala macam darah itu ketika sedikit, tidaklah terlarang. Di dalam kitab Al-bayan diterangkan: Kecuali darah anjing, karena tergolong najis mugholadoh."
Keterangan:
Najis najis yang dima'fu itu ada sekitar enam puluh enam. Pengertian maksud disini adalah: Tetap dihukumi najis, namun ketika seseorang mengerjakan sholat atau sesamanya, tidak wajib mensucikannya.
Termasuk diantara najis yang dima'fu adalah darah, manakala darah tersebut sedikit. Yang dimaksudkan dengan darah disini mencakup semua jenis darah, mengecualikan darah anjing dan babi karena keduanya tergolong najis mugholadoh.
Manakala darah tersebut banyak, maka tidak lagi dima'fu, kecuali darahnya sendiri, yang hukumnya di tafshil sebagai berikut:
- Apabila darah tersebut keluarnya tidak disebabkan oleh perbuatannya sendiri dan tidak sampai melewati tempatnya, maka hukumnya dima'fu.
- Apabila keluarnya darah tersebut disebabkan oleh perbuatannya sendiri, semisal: bisul yang dipencet atau merembes melebihi tempat asalnya maka tidak lagi dima'fu.
Mengenai batasan sedikit banyaknya darah, masih diperselisihkan para ulama. Dalam hal ini terdapat tujuh pendapat:
1. Dikembalikan kepada pengadatan
فَمَا يَقَعُ التَّلَطُّخُ بِهِ غَالِبََا وَيَعْسُرُ اْلاِحْتِرَازُ عَنْهُ فَقَلِيْلٌ وَمَا زَادَ فَكَثِيْرٌ
"Apabila orang pada umumnya berlumuran dengan darah tersebut dan sulit dihindari, maka dihukumi sedikit (qolil). Dan apabila melebihi kadar tersebut, maka dihukumi banyak (katsir).
2. Dikembalikan kepada orang yang memandang.
الْكَثِيْرُ مَا بَلَغَ حدَّا يَظَّهَرُ لِلنَّاظِرِ مِنْ غَيْرِ تَأَمُّلٍ وَاِمْعَانٍ
"Darah yang banyak adalah: Darah mencapai kadar yang nampak dengan jelas bagi orang yang memandangnya, tanpa perlu berangan-angan dan berpikir secara mendalam."
3. Diukur dengan uang dinar.
الْكَثِيْرُ مَازَادَ عَلَى الدِّيْنَارِ
"Darah yang banyak adalah darah ukurannya melebihi uang dinar."
4. Diukur dengan telapak tangan.
الْكَثِيْرُ مَازَادَ عَلَى قَدْرِ الْكَفِّ فَصَاعِدََا
"Darah yang banyak adalah darah yang melebihi ukuran telapak tangan."
5. Diukur dengan uang dirham baghli, yaitu dirham yang pada permukaannya terukir gambar bighal (peranakan kuda dan keledai).
الْكَثِيْرُ الدِّرْهَمُ الْبَغْلِيُّ فَصَاعِدََا
"Darah yang banyak adalah seukuran dirham baghli atau lebih."
6. Darah yang banyak adalah darah yang ukurannya melebihi dirham baghli.
7. Diukur dengan kuku.
الْكَثِيْرُ مَا زَادَ عَلَى الظُّفْرِ
"Darah yang banyak adalah darah yang melebihi ukuran kuku."
وَفِى التَّنِمَّةِ اَيْضََانَهْوُهُ ذَكَرُوْا. وَذَاجَلِيُّ فَقِسْ دَمََا بِدَمْعَتِهِ
"Di dalam Kitab "At-tatimmah juga dijumpai keterangan seperti di atas, sebagaimana dituturkan para ulama. Dan ini sangat jelas sekali, dan qiyaskanlah darah Anjing itu dengan air matanya."
دَمُ الدَّمَامِيْلِ مِنْهَا وَلَّذِى تَرَكُوْا. بِمَوْ ضِحِ الْفَصْدِ وَالْبَاقِي بِقُرْحَتِهِ.
"Darah bisul juga termasuk dari darah darah yang dima'fu. Begitu juga darah yang merembes pada tempat yang dibekam dan darah yang tersisa pada luka."
Keterangan:
Darah anjing ini dihukumi najis karena diqiyaskan dengan air matanya. Kalau air mata dan keringat anjing yang hanya merupakan sisa-sisa pembuangan tubuh saja dihukumi najis, maka darah yang menjadi bagian terpenting dari metabolisme tubuh, sudah barang tentu juga dihukumi najis. Qiyas semacam ini di dalam Ushul fiqih disebut Qiyas aulawi atau Qiyas 'illat.
Qiyas illat atau qiyas aulawi adalah: "Suatu pengqiyasan dimana illat yang terdapat di dalam maqis itu lebih kuat daripada illat yang terdapat dalam maqis 'alaihi."
Termasuk bagian dari darah darah yang dima'fu adalah: darah bisul, darah yang terdapat pada luka dan juga darah yang tersisa pada anggota tubuh seseorang yang dibekam.
--Zawiyah Nuruz Zholam--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar