JAGALAH LIDAH DAN HATIMU, JANGANLAH SUKA MENCELA DAN MENGHINA
Berkata Sayyidina Umar bin Abd Aziz : "Kami sempat hidup bersama para salaf, dan tidaklah mereka melihat bahawa ibadah itu adalah pada puasa dan tidak juga pada sholat. Namun ibadah itu adalah menahan diri dari menjatuhkan kehormatan manusia. Kerana orang yang melakukan sholat di waktu malam dan berpuasa di waktu siang, andai ia tidak menjaga lidahnya maka ia pasti akan celaka di hari kiamat".
Berkata al Imam Ghazali : "Perbuatan mengumpat itu adalah petir yang memusnahkan perbuatan-perbuatan yang taat. Orang yg mengumpat itu tak ubah seperti orang yang memasang 'manjanik' (alat pelontar ketika perang), lalu dilontarnya kebaikan-kebaikan yang ia buat ke timur dan barat, ke kiri dan ke kanan".
Berkata as Syirazi : Aku telah berjaga malam bersama ayahku, dan orang2 sekeliling kami semuanya tidur. Lalu aku berkata: "Tidaklah dari mereka ini yg bangun walau untuk solat 2 rakaat!". Lalu ayahku berkata : "Kalau kamu tidur adalah lebih baik dari terjerumusnya kamu di dalam menghina manusia".
Ketahuilah boleh jadi kamu dalam kalangan orang-orang yang sholat bahkan sangat khusyu di dalam sholatmu, namun apabila datang di hari akhirat kamu adalah seorang yg kosong tidak punya apa-apa.
Boleh jadi kamu pernah menginfaq separuh dari harta yg kamu miliki, bahkan melakukan lebih dari itu, namun apabila datang di hari akhirat kamu adalah seorang yang kosong tidak memiliki apa-apa.
Boleh jadi kamu adalah orang-orang yg sentiasa berpuasa di siang hari, menghidupkan malam hari, dan berjuang/berjihad menegak agama di sepanjang hidupmu dengan penuh keikhlasan, namun apabila datang di hari akhirat kamu adalah seorang yang kosong seakan-akan tidak pernah berbuat apa-apa kebaikan !
Sebenarnya perkara ini, banyak dari kita sudah mengetahuinya. Namun sebahagian dari kita, tak kira orang biasa atau pemimpin atau ahli politik, atau lebih-lebih lagi para ustadz ustadz yang lebih tahu hukum hukum agama, masih banyak lagi yang gemar mengotorkan bibir-bibir mereka dengan kata-kata buruk & penghinaan, merendahkan, mencaci, membuka aib, walaupun atas tujuan untuk memberi teguran & nasihat. Yakni seakan2 tidak pernah takut & terkesan dengan kesudahan buruk yg bakal menanti orang-orang yang gemar berkata-kata dengan kalam buruk untuk memperendahkan orang lain, menghina orang lain, membunuh karakter orang lain, menikam kehormatan orang lain, dan seumpamanya.
Wahai umat Islam:
Ketika mana kamu melihat manusia manusia pendosa, janganlah sesekali kamu merasa kamu adalah lebih mulia dari mereka.
Ketahuilah olehmu bahawa diri mereka itu sebenarnya adalah sedang di uji, dan kamu pula telah terselamat kan kerana kasih & rahmat Allah padamu.
Maka janganlah kamu lupa mendoakan ke atas mereka supaya diberikan hidayah, dan ke atas dirimu juga supaya kekal diberikan keteguhan.
Janganlah pula kamu mendoakan mereka dengan keburukan, terlebih melaknat, Mungkin kamu menyangka tidak pernah berbuat demikian. Namun kalimat-kalimat yang keji yg sering dilontarkan kpd mereka yg senantiasa menempel di bibirmu itu, sebenarnya adalah satu doa juga yg secara tidak sadar bukan saja semakin menghitamkan hati mereka, bahkan semakin menghitamkan hatimu juga.
Sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw dalam sebuah hadis Qudsi; "Wahai manusia! Sebagaimana engkau menyakiti, engkau akan disakiti. Sebagaimana engkau berbuat, engkau akan diperlakukan”
Rasulullah saw juga bersabda: “siapa yang menghina seseorang karena dosa yang pernah dilakukannya, maka ia tidak akan mati sebelum melakukan dosa tersebut.”
(HR. Tirmizi).
Bencilah sikap & kejahatannya. Dan janganlah benci diri & zatnya. Karena seburuk-buruk seorang muslim itu sekalipun, di dalam dirinya masih ada sesuatu yg sangat bernilai & amat berharga, iaitu kalimah 'Lailahaillah Muhammad Rasulullah'.