Laman

Jumat, 12 Juli 2019

HADITS KEHANCURAN MUSLIMIN KARENA PERPECAHAN



HADITS KEHANCURAN MUSLIMIN KARENA PERPECAHAN


Dari Tsauban radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي أَنْ لَا يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ وَإِنَّ رَبِّي قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي إِذَا قَضَيْتُ قَضَاءً فَإِنَّهُ لَا يُرَدُّ وَإِنِّي أَعْطَيْتُكَ لِأُمَّتِكَ أَنْ لَا أُهْلِكَهُمْ بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا أُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ يَسْتَبِيحُ بَيْضَتَهُمْ وَلَوْ اجْتَمَعَ عَلَيْهِمْ مَنْ بِأَقْطَارِهَا أَوْ قَالَ مَنْ بَيْنَ أَقْطَارِهَا حَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يُهْلِكُ بَعْضًا وَيَسْبِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا

“Sesungguhnya Allah menggulung bumi untukku sehingga aku bisa melihat timur dan baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai apa yang telah dinampakkan untukku. Sku diberi dua harta simpanan: Merah dan putih. San sesungguhnya aku meminta Rabbku untuk ummatku agar Dia tidak membinasakan mereka dengan kekeringan menyeluruh, agar Dia tidak memberi kuasa musuh untuk menguasai mereka selain diri mereka sendiri sehingga menyerang perkumpulan mereka. Dan sesungguhnya Rabbku berfirman, “Hai Muhammad, sesungguhnya Aku bila menentukan takdir tidak bisa dirubah, sesungguhnya Aku memberikan untuk umatmu agar mereka tidak dibinasakan oleh kekeringan menyeluruh dan Aku tidak akan memberi kuasa musuh untuk menyerang mereka selain diri mereka sendiri lalu mereka menyerang perkumpulan mereka, walaupun musuh mengeepung mereka dari segala penjurunya, hingga akhirnya sebagian dari mereka (umatmu) membinasakan sebagaian lainnya dan saling menawan satu sama lain.” (HR. Muslim no. 2889).

Dari Sa’ad radhiallahu anhu dia berkata: Pada suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang dari tempat yang tinggi hingga saat beliau melintasi masjid Bani Mu’awiah, beliau masuk lalu shalat dua rakaat, dan kami shalat bersama beliau, lalu beliau berdoa lama sekali kepada Rabbnya. Setelah itu beliau menemui kami lalu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

سَأَلْتُ رَبِّي ثَلَاثًا فَأَعْطَانِي ثِنْتَيْنِ وَمَنَعَنِي وَاحِدَةً سَأَلْتُ رَبِّي أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالسَّنَةِ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالْغَرَقِ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يَجْعَلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ فَمَنَعَنِيهَا

“Aku meminta tiga (hal) pada Rabbku, Ia mengabulkan dua (hal) dan menolakku satu (hal). Aku meminta Rabbku agar tidak membinasakan ummatku dengan kekeringan, maka Ia mengabulkannya untukku. Aku meminta-Nya agar tidak membinasakan ummatku dengan banjir, maka Ia mengabulkannya untukku. Dan aku meminta-Nya agar tidak menjadikan kehancuran mereka di antara sesama mereka tapi Ia menolaknya.”

Masalah ini termasuk dari tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, yaitu tatkala beliau mengabarkan kejadian yang akan menimpa umat ini berupa perpecahan dan peperangan di antara sesama mereka. Dalam dua hadits di atas nampak jelas bahwa Allah Ta’ala telah menetapkan takdir bagi akhir umat ini. Allah Ta’ala menetapkan bahwa Islam dan para pemeluknya tidak akan binasa dengan kekeringan dan kelaparan sehingga mereka tidak perlu terlalu khawatir dengan kemiskinan karena itu tidak akan membinasakan mereka. Allah juga menetapkan bahwa Islam dan para pemeluknya tidak akan hilang dari muka bumi akibat banjir bandang seperti kaum Nuh As, karenanya mereka tidak perlu terlalu khawatir akan kehilangan eksistensi di dunia gara-gara bencana alam. Allah Ta’ala juga telah menetapkan bahwa Islam dan kaum muslimin tidak akan pernah dikuasai dan dikalahkan oleh musuh-musuh mereka, walaupun musuh telah mengepung mereka dari berbagai sisi, yang karenanya mereka jangan terlalu memfokuskan perhatian pada musuh-musuh dari luar Islam.

Akan tetapi Allah Ta’ala telah menetapkan bahwa Islam dan kaum muslimin akan hancur akibat perbuatan kaum muslimin itu sendiri. Mereka sendiri yang menyebarkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sehingga mereka sendiri yang akan saling berperang dan membinasakan.
Mereka ini adalah  akibat meremehkan ilmu batin ( Tasawuf) ,dan menjauhi Para Ahli Tasawuf, tidak mau meneguk mata air dari mereka dan menyelaminya, sehingga hati mereka kering, agama hanya textual saja/dzohir saja,  mereka alim,  tapi bagaikan mayat hidup yang berjalan, sehingga hati mereka  menghantar kepada ke munafikan  tanpa di sadarinya,  saling mencaci, merendahkan melaknat,  memunafikan, dan berkata kotor, tidak ada cinta dan kasih sayang di dalam hatinya di antara sesama, mengucapkan kalimat tauhid, tapi tidak berakhlak kalimat tauhid,   mereka  tampak Alim padahal orang-orang jahil  dalam agama , mereka diperalat oleh hawa nafsunya , dan setan, hatinya sakit,  tapi tak menyadari,  sehingga terjadi perpecahan kaum muslim.

hendaknya kaum muslimin sadar bahwa musuh yang terbesar bagi mereka adalah musuh dari dalam islam itu sendiri dan bukan musuh dari luar , di sebabkan mengabaikan Para Ahli Tasawuf, Musuh terbesar mereka bukanlah orang kafir dan musyrik yang sudah jelas kekafiran dan kesyirikan mereka. Akan tetapi musuh terbesar mereka adalah orang-orang yang hatinya berpenyakit, yang mencoba menyebar racun-racun penyakitnya di tengah-tengah kaum muslimin

SHALAT SUNNAH JABRUL FAWAA'IT [ THARIQAH TIJANIYAH ]

SHALAT SUNNAH JABRUL FAWAA'IT [ THARIQAH TIJANIYAH ]

PERTANYAAN :

Assalamu'alaikum poro guz, ane mau tanya masalah sholat jibrul fawaid ada tidak keterangan dalam kitab ? terimakasih, wassalam. [Ali Mustain].

JAWABAN :

Wa'alaikum Salam. Shalat Jibrul Fawait. Orang-orang Sufi dari Thariqah Tijaniyah menyebutnya "Shalawat Jibrul Fawait / Shalat Jibrul Fawait".

فائدة من كتاب الجامع لابن مشري عن مناقب القطب الرباني والغوث الصمداني مولانا أبى العباس أحمد بن محمدالتجاني رضي الله عنه وعنا به آمين وأسكننا معه دار التهاني ما نصه :-من صلى بين الظهريين يوم الجمعة أربع ركعات كل ركعة منها بفاتحة الكتاب + آية الكرسي مرة + سورة الكوثر (15) مرة فإذا سلم أستغفر عشر مرات وصلى على النبي صلى الله عليه وسلم عشر مرات فإنه يقضي فرائض مائة سنة وقيل خمسمائة عام ومن صلاها ولم تكن عليه فوائت كفرت عن والديه ما كان عليهما من الفوائت.

SHOLAT SUNNAT QODHO FAWAIT

بسم الله الرحمن الرحيم    صلاة قضاء الفوائت
الحمد لله فائدة ومن الجامع لابن مشري عن مناقب القطب الرباني والغوث الصمداني مولانا أبى العباس أحمد بن محمدالتجاني رضي الله عنه وعنا به آمينوأسكننا معه دار التهاني
ما نصه : من صلى بين الظهريين يوم الجمعة أربع ركعات كل ركعة منها بفاتحة الكتاب و آية الكرسي 1× + سورة الكوثر 15× مرة  فإذا سلم أستغفر عشر مرات وصلى على النبي صلى الله عليه وسلم عشر مرات فإنه يقضي فرائض مائة سنة وقيل خمسمائة عام ومن صلاها الفوائت ولم تكن عليه فوائت كفرت عن والديه ما كان عليهما من الفوائت

Telah Bersabda Rasulullah SAW, Barang siapa yang selama hidupnya pernah meninggalkan sholat fardu namun tidak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah qobliyah Ashar di hari Jum’at terakhir di Bulan Rhomadon sebanyak 4 rakaat dengan satu kali Tasyahud akhir lalu Salam, tiap- tiap rakaat membaca surah Al-fatihah1 x, kemudian surah Al-Qodar ( boleh juga ayat Kursi ) 1 x dan surah Al – kautsar 15 x .Inilah Niat sholatnya :

أُصَلِّي سُنَّةَ اْلعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ كَفَارَةً لِمَا فَاتَنِيْ مِنَ الصَّلاَةِ ِللهِ تَعَالَى

“ Aku niat shalat sunnah Ashar 4 rakaat sebagai kafaroh shalat yang telah terluput lillahi Taa Allaa .”
Setelah selesai Sholat membaca Istigfar 10 x :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعِظِيْمِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أتُبُوْا إِلَيْكَ

“ Aku mohon ampunan kepada Allah SWT yang maha Agung , tidak ada Tuhan kecuali hanya Dia Zat yang maha pemelihara lagi yang maha mengatur dan aku Bertaobat hanya kepada-NYA.”

Kemudian baca sholawat fatih 10 x :

اللَّهُمَّ صَلِّّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ نِ الْفَاتِحِ لِمَا أَُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِيْ إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْـتَـقِيمِ وَعَلَى آلهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ

“Ya Allah Limpahkanlah Sholawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad SAW, pembuka terhadap segala yang tertutup, penutup segala yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran, petunjuk ke jalan MU yang lurus dan kepada keluargaNya pemilik kadarNya dan kadar yang Agung.”

Kemudian membaca Doa kafaroh 3 x :

اَللَّهُمَّ يَا مَنْ لاَ تَنْفَعُكَ طَاعَتِيْ وَلاَ تَضُرُّكَ مَعْصِيَتِيْ تَقَبَّلْ مِنِّيْ مَا لاَ تَنْفَعُكَ وَاغْفِرْ لِيْ مَاوَلاَ تَضُرُّكَ يَا مَنْ إِذَا وَعَدَ وَفَا وَ إِذَا تَوَعِدُ تَجَاوَزَ وَعَفَا اِغْفِرْ لِيْ لِعَبْدٍ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَأَسْأَلُكَ
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ بَطْرِ اْلغِنَى وَجَهْدِ اْلفَقْرِ إِلَهِيْ خَلَقْتَنِيْ وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًاً وَرَزَقْتَنِيْ وَلَمْ اَكُنْشَيْئاً وَارْتَكَبْتُ اْلمَعَاصِيْ فَإِنِّيْ مُقِرٌّ لَكَ بِذُنُوبِيْ فَإِنْ عَفََوْتَ عَنِّيْ فَلاَ يَنْقُصُ مِنْ مُلْكِكَ شَيْئاًوَإِنْ عَذَبْتَنِيْ فَلاَ يَزِدُ فِيْ سُلْطَاِنكَ شيئاً اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَجِدُ مَنْ تُعَذِّبُهُ غَيْرِي لَكِنِّيْ لاَ أَجِدُ مَنْ يَرْحَمْنِيْ سِوَاكَ فَاغْفِرْ لِيْ مَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَمَا بَيْنَ خَلْقِكَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَا رَجَاءَ السّائِلِيْنَ وَيَا أَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ إِرْحَمْنِيْ بِِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةَ أَنْتَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَاَلمِيْنَ.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ِللْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَتَابِعِ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِربّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ أَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ وصل الله على سيّدنا محمّد وعلى ألِهِ وصحبه وسلّم تسليمًا كثيرًا والحمد لله ربّ العالمين.أمين

Fadilahnya : Sayidina Abu Bakar Ra. Berkata : saya telah mendengar Rasulullah SAW Bersabda : Sholat Itu sebagai Kafaroh ( Pengganti ) shalat 400 tahun .Dan Menurut Sayyidina Ali Ra. Shalat tersebut sebagai kafaroh shalat 1.000 tahun, maka bertanya para Sahabat Ra. : “ umur manusia itu hanya 60 atau 100 tahun, maka untuk siapakah kelebihannya?,” Rasulullah SAW menjawab : “ untuk kedua Orang tuannya, istrinya, anak anaknya, dan sanak Familynya serta orang – orang di lingkungannya."

Catatan :
Dalam riwayat Syaidatina Fatimah Az-zahrah Ra. tiap dua rakaat masing – masing satu tasyahud dan salam dan membaca do'a ini :

اللهم ياسابق الفوت وياسامع الصوت ويا محيي العظام بعد الموت اللهم صلي على محمد وال محمد واجعل لي من أمري فرجا ومخرجا مما انا فيه انك تقدر وأنالاأقدر وانت تعلم وانا لاأعلم وأنت عليم الغيوب يا واهب العطايا وياغافر الخطاياياسبوح ياقدوس يارب الملائكة والروح رب أغفر وارحم وتجاوز عما تعلم انكانت الاعز والاجل الاكرم وانت العلي الاعظم ياساتر العيوب ياذا الجلال والاكرامبرحمتك ياارحم الراحمين

Sumber :

Zawiyah Nuruz Zholam