Laman

Rabu, 10 Agustus 2016

BAGAIMANA MEMBACA SHOLAWAT TAPI TIDAK TAHU ARTINYA ?

BAGAIMANA MEMBACA SHOLAWAT TAPI TIDAK TAHU ARTINYA ?
Kita semua sudah mengetahui dan memahami akan keutamaan fadhilah shalawat dari berbagai hadits, dari kitab-kitab para Imam ummat Islam Diantaranya adalah hadis riwayat Amr ibn Ash
عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا رواه مسلم ،
Sesungguhnya Amr bin Al Ash (r.a) mendengar Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang membaca shalawat sekali saja, Allah SWT akan memberi rahmat padanya sebanyak sepuluh kali”
Syaikh Abdul Wahhab Asy Sya’rani meriwayatkan bahwa Abul Mawahib Asy Syadzily berkata:
رَأَيْتُ سَيِّدَ الْعَالَمِيْنَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ صَلاَةُ اللهِ عَشْرًا لِمَنْ صَلَّى عَلَيْكَ مَرَّةً وَاحِدَةً هَلْ ذَلِكَ لِمَنْ حَاضَرَ الْقَلْبَ ؟
Aku pernah bermimpi bertemu Baginda Nabi Muhammad SAW, aku bertanya “Ada hadis yang menjelaskan sepuluh rahmat Allah diberikan bagi orang yang berkenan membaca shalawat, apakah dengan syarat saat membaca harus dengan hati hadir dan memahami artinya?”
قَالَ لاَ، بَلْ هُوَ لِكُلِّ مُصَلٍّ عَلَيَّ وَلَوْ غَافِلاً
Kemudian Nabi menjawab “Bukan, bahkan itu diberikan bagi siapa saja yang membaca shalawat meski tidak faham arti shalawat yang ia baca” (kitab: Al Fawaid Al Mukhtarah)
Allah Ta’ala memerintahkan malaikat untuk selalu memohonkan do’a kebaikan dan memintakan ampun bagi orang tersebut. Terlebih jika ia membaca dengan hati hadir, pasti pahalanya sangat besar, hanya Allah yang mengetahuinya.
Bahkan, ada sebuah keterangan apabila kita berdo’a tidak dimulai dengan memuja Allah Ta’ala, tanpa membaca shalawat, kita disebut sebagai orang yang terburu-buru.
عن فَصَالَةَ بن عُبَيدْ رضى الله عنهما قَالَ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم رَجُلاً يَدْعُوْ فِىْ صَلاَتِهِ لَمْ يَحْمَدِ اللهَ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم عَجَّلَ هَذَا،
Baginda Nabi mendengar ada seseorang yang sedang berdo’a tapi tidak dibuka dengan memuja Allah ta’ala dan tanpa membaca shalawat, Nabi berkata “orang ini terburu-buru”
ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ اَوْ لِغَيْرِهِ اِذَا صَلَّى اَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيْدِ رَبِّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُوْ بَعْدُ بِمَا شَاءَ، رواه ابو داود والترمذى وقال حديث صحيح.
Kemudian Baginda Nabi mengundang orang itu, lalu ia atau orang lainnya dinasehati “jika diantara kalian berdo’a, maka harus diberi pujian kepada Allah Ta'ala, membaca shalawat, lalu berdoalah sesuai dengan apa yang dikehendaki”
Ulama’ sepakat bahwa shalawat pasti diterima, karena dalam rangka memuliakan Rasulullah SAW. Ada penyair yang berkata
أَدِمِ الصَّلاَةَ عَلَى مُحَمَّدٍ فَقَبُوْلُهَا حَتْمًا بِغَيْرِ تَرَدُّدٍ
أَعْمَالُنَا بَيْنَ الْقَبُوْلِ وَرَدِّهَا اِلاَّ الصَّلاَةَ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ
Bacalah shalawat selalu, sebab shalawat pasti diterima,
Adapun amal yang lain mungkin saja diterima dan mungkin ditolak, kecuali shalawat. Shalawat pasti diterima.
Shollu Ala Sayyidina Muhammad

Selasa, 09 Agustus 2016

FIDYAH SHOLAT ORANG YANG TELAH MENINGGAL

FIDYAH SHOLAT ORANG YANG TELAH MENINGGAL
Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
mau bertanya, jika ada orang yang meninggal dunia boleh tidak di bayarkan fidyah sholatnya ?
Wa’alaikumsalam. Wr. Wb.
Sholat lima waktu adalah kewajiban yang amat besar dosanya bagi orang yang meninggalkan tanpa udzur. Maka jangan sampai ada yang meninggalkan sholat dengan sengaja apalagi berangan-angan untuk dibayarkan fidyah setelah mati.
Jika ada orang yang meninggal dunia lalu dia pernah hutang sholat maka dalam hal ini ada tiga pendapat yang dijelaskan oleh ulama dalam Madzhab Imam Syafi’i.
Pendapat yang paling kuat adalah tidak usah diqodho’ oleh ahli keluarganya dan juga tidak perlu dibayarkan fidyah, akan tetapi cukup dido’akan semoga Allah mengampuninya.
Pendapat yang kedua dibayarkan fidyahnya setiap 1 sholat dibayar sebesar 1 mud (6,7 ons) diberikan kepada fakir miskin.
Pendapat yang ketiga diqodhoi oleh ahli warisnya.
Dan dari semua pendapat ini bisa dipakai dalam madzhab Imam Syafi’i dan semuanya ada hujjah-hujjahnya yang amat jelas dan rinci.
Wallohu a’lam bishshowab
Shollu Ala Sayyidina Muhammad

Sabtu, 06 Agustus 2016

40 SIFAT DAN KARAKTER LEBAH

40 SIFAT DAN KARAKTER LEBAH
Syeikh Abu Tholib Al-Maki (mualif kitab Quutil Quluub) menerangkan ada 40 sifat dan karakter lebah yang seyogyanya ditiru oleh setiap pribadi muslim.
Sifat dan Karakter lebah yang harus dimiliki setiap mukmin
1. Seandainya semua jenis hewan terbang lainnya berkumpul, lalu mereka bahu-membahu melakukan satu pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh lebah, mereka tidak akan sanggup melakukannya. Demikian juga seandainya seluruh manusia non-mukmin bersatu untuk melakukan satu amal yang sepadan dalam kualitas, kadar, dan nilai dengan amal seorang mukmin, niscaya mereka tidak akan sanggup melakukannya.
2. Lebah waspada akan gangguan dan penganiayaan burung, sedangkan ia sendiri tidak pernah mengganggu mereka. Demikian pula halnya dengan seorang mukmin. Meskipun orang-orang mengganggu, menghina, dan menzaliminya, seorang mukmin tidak mau membalas kejahatan mereka.
3. Lebah dianggap kecil dan hina oleh semua jenis burung, tetapi sekiranya mereka tahu apa yang ada di dalam perut lebah dan mencicipinya, niscaya mereka akan memuliakan dan menghormatinya. Demikian juga seorang mukmin. Orang-orang bodoh menganggapnya kecil, rendah, dan hina. Andaikan mereka tahu apa yang ada di dalam hati seorang mukmin berupa keindahan iman, ketulusan, rahasia-rahasia Tuhan, dan sebagainya, pastilah mereka rela menjadi tanah tempat kakinya berpijak atau mengangkatnya di atas kepala mereka.
4. Semua jenis burung hidup untuk diri mereka sendiri, mencari makan dan kebutuhan lainnya hanya untuk diri masing-masing. Lain halnya dengan lebah. Ia hidup untuk sesamanya dan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan rajanya. Demikian pula halnya dengan seorang mukmin. Di saat semua orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesenangannya sendiri, ia hidup di dunia ini untuk Allah Swt.. Hidupnya ia pergunakan untuk melakukan ketaatan kepada-Nya serta bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan orang lain.
5. Kala malam tiba, semua burung masuk ke sarang masing-masing untuk beristirahat dan tidur. Mereka berhenti bekerja. Lain halnya dengan lebah. Ia lebih banyak bekerja di malam hari ketimbang di siang hari. Demikian juga seorang mukmin. Di waktu malam, saat orang-orang mengurung diri di rumah masing-masing, beristirahat dan tidur, seorang mukmin bangkit melangkahkan kaki mengambil air wudu, salat, lalu bermunajat kepada Tuhan seraya menyerahkan seluruh hidupnya dan mengadukan segala persoalan kepada-Nya.
6. Allah Swt. mengharamkan membunuh dan mengganggu lebah, tetapi menghalalkan manfaat yang dihasilkannya. Begitu pula seorang mukmin. Allah Swt. mengharamkan membunuhnya dan melarang mengganggu harga diri, harta, dan keluarganya, tetapi menghalalkan kebaikan dan manfaat yang diberikannya bagi siapa saja yang berhak menerima.
7. Lebah bekerja secara sembunyi-sembunyi. Orang hanya melihat dan menikmati hasilnya. Demikian pula halnya dengan seorang mukmin. Dengan ikhlas ia menyembunyikan amalnya dari penglihatan orang. Mereka baru melihat hasilnya nanti pada hari semua amal ditampakkan, yakni pada Hari Kiamat.
8. Lebah hanya mengambil apa yang ia butuhkan saja dari sesuatu tanpa merusak sesuatu itu. Begitu juga seorang mukmin. Ia hanya mengambil dari dunia ini apa yang benar-benar diperlukannya saja, yang dapat membawa kebaikan bagi diri, agama, dan hatinya. Apa yang ia ambil dijadikannya bekal untuk akhirat tanpa merusak atau menimbulkan kerugian pada sumber asalnya, dan tidak berlebihan.
9. Lebah tidak mau keluar dari sarang untuk memenuhi keperluannya pada hari yang berawan, ketika hujan, saat ada angin kencang, atau tatkala ada petir. Dalam keadaan seperti itu, ia tetap bertahan di sarang sampai keadaan benar-benar normal. Seperti itu pulalah seorang mukmin. Ia selalu berhati-hati dan pandai menahan diri ketika kezaliman merajalela, keharaman tersebar di mana-mana, kekacauan mendominasi suasana, dan keadaan carut-marut. Dalam keadaan yang tidak kondusif seperti itu, ia memilih tinggal di rumah serta menahan mulut dan tangannya, seraya menunggu apa yang akan Allah Swt. lakukan atas keadaan yang tengah berlangsung.
10. Lebah selalu menjauhi benda-benda yang kotor dan tidak mau hinggap di tempat-tempat yang kotor. Begitu pula seorang mukmin. Ia senantiasa menjaga kesucian diri dari maksiat dan hal-hal yang diharamkan. Ia selalu menjauhi segala sesuatu yang buruk, kotor, dan keji.
11. Ada sepuluh hal yang dapat menghancurkan dan merusak tatanan kehidupan lebah sehingga aktivitasnya terhenti, yaitu: asap, dingin, panas, awan, api, air, angin, gelap, lumpur, serta gangguan dan serangan dari sesama lebah atau musuh dari luar. Demikian juga seorang mukmin. Ada sepuluh hal yang dapat merobek keutuhan hatinya, merusak agamanya, dan menghentikan amalnya. Kabut kekerasan dan kelalaian hati, dinginnya rayuan dosa dan maksiat yang menusuk, panasnya hawa nafsu yang membakar, awan keraguan, api kemusyrikan, topan cinta dunia, gelapnya kebodohan, angin cobaan dan fitnah, bau busuknya keharaman, lumpur kebejatan, kezaliman dan kemungkaran, gangguan dari sesama manusia yang secara lahir berbaju iman tetapi hakikatnya penganut bidah dan pengidap kemunafikan, serta gangguan dari musuh, yaitu orang kafir. Kita memohon perlindungan kepada Allah Swt. dari segala ancaman membahayakan ini.
12. Lebah tidak mau berbaur dengan hewan lain yang tidak sejenis meskipun memiliki beberapa sifat yang mirip. Seperti itu pulalah seorang mukmin. Ia tidak mau berbaur dan bergaul akrab dengan orang yang tidak memiliki sifat yang sama walaupun nama dan bentuk mempunyai kemiripan.
13. Dari perut lebah keluar lebih dari satu cairan yang berbeda-beda warna. Setiap cairan mempunyai manfaat tersendiri yang mengagumkan. Demikian juga halnya dengan seorang mukmin. Dari hatinya keluar banyak ‘cairan’ yang beragam warna dan manfaatnya. Apa keluar dari hatinya itu mengalir lewat mulutnya berupa ilmu, hikmah, kata-kata bijak, isyarat, kecerdasan, cinta dan kasih sayang, kejujuran, nasihat, dan sebagainya.
14. Lebah mengeluarkan kotorannya lewat dubur, sedangkan madu dikeluarkannya lewat mulut. Begitu pula seorang mukmin. Syahadat tauhid, beragam ilmu, bacaan Alquran, zikir, kata-kata yang baik, serta amar-makruf dan nahi-mungkar dikeluarkannya dari mulut dengan pengucapan lidahnya. Adapun kotoran dan hadas dikeluarkannya lewat kubul atau dubur.
15. Lebah memakan yang baik, mengeluarkan yang baik, serta memberi kepada yang lain makanan yang lezat dan baik. Demikian juga seorang mukmin. Makanan yang dikonsumsinya baik dan ilmu yang diberikannya juga baik.
16. Lebah, bila hinggap di ranting atau dahan pohon, tidak mematahkannya. Bila meneguk sedikit air sesuai kebutuhannya, lebah tidak menyebabkan air yang ditinggalkan menjadi keruh. Bila mengisap sari bunga, lebah tidak merusak bagian bunga lainnya. Demikian pula halnya dengan seorang mukmin. Ia berinteraksi dengan sesama manusia dalam banyak hal dengan penuh perhitungan, keadilan, kasih sayang, dan nasihat. Ia bergaul sekadar untuk tahu tanpa menyakiti atau menganiaya serta memisahkan diri untuk menjaga keselamatan dan kesucian.
17. Jika ada orang yang coba mengusik lebah, menggangu ketenangan dan kehidupannya dengan mempermainkan atau merusak sarangnya, lebah pasti tidak akan tinggal diam. Ia pasti akan menyengat orang usil itu. Sebaliknya, jika seseorang berdamai dengan lebah, tidak mengusik ketenangannya, dan tidak mengganggu kehidupannya, maka lebah pun tidak akan berbuat apa-apa terhadapnya. Seperti itu pula watak, perilaku, dan sikap seorang mukmin. Terhadap orang yang meredam kemungkaran, tidak menunjukkan kemunafikan, dan tidak mempertontonkan kejahatan, ia tidak akan memata-matai atau menelisik jejaknya. Terhadap orang yang sebaliknya, ia akan mengingatkan dengan lisan dan mencegah dengan tangan (kekuasaan).
18. Lebah, kita lihat, selalu terbang di taman-taman bunga dan mengitari tempat-tempat yang wangi di pinggir-pinggir sungai atau di warung-warung yang menjual makanan manis. Demikian pula halnya dengan seorang mukmin. Engkau akan melihatnya selalu berada di majelis-majelis ilmu dan zikir serta di rumah para ulama, ahli hikmah, dan ahli makrifat yang berzuhud.
19. Lebah, bila hinggap di atas sekuntum bunga, tidak akan beranjak sebelum benar-benar kenyang mengisap sari bunga. Ia lebih memilih mati di taman bunga daripada pulang sebelum memperoleh apa yang dicarinya. Seperti itu pulalah seorang mukmin. Ketika mereguk manisnya takarub dengan Tuhan dan bertemu dengan seorang ahli hikmah, ulama yang memberinya nasihat agama, atau ahli makrifat yang menceritakan pengalaman rohani, ia akan merasa betah bersama mereka. Ketika melakukan amal saleh pun, ia enggan berhenti sampai kematian menghentikannya.
20. Di musim semi dan musim panas lebah memindahkan cadangan makanannya dari luar ke dalam sarang hingga penuh, sedangkan ia sendiri tinggal di luar sarang. Di musim dingin, ia masuk ke sarangnya dan berdiam di dalamnya sambil menata kembali tata ruang sarang. Demikian pula seorang mukmin. Di musim semi dan musim panas ia bekerja untuk memenuhi keperluan pangannya dan kebutuhan keluarganya yang bersifat primer. Begitu masuk musim dingin, ia segera mendatangi majelis-majelis ilmu dan zikir, mengunjungi para ahli ilmu dan ahli hikmah, beriktikaf di masjid, serta giat beribadah, mengevaluasi diri, dan menata kembali amal-amalnya.
21. Lebah makan dari hasil kerja kerasnya sendiri dan memberi yang lain dari jerih payahnya sendiri. Ia tidak pernah mengganggu milik hewan lain, bahkan matanya tidak pernah melirik sesuatu yang bukan miliknya. Seperti itu jugalah seorang mukmin. Ia makan dari usahanya sendiri, memberi orang lain dari hasil kerjanya sendiri, dan tidak pernah meminta-minta kepada orang lain betapapun butuhnya.
22. Ketika di dalam sarangnya tidak ada sesuatu yang bisa dimakan, lebah tidak akan masuk ke sarang lebah yang lain untuk mencari makanan. Jika di dalam sarangnya ada sesuatu yang bisa dimakan, ia makan. Jika tidak, ia pun menahan lapar. Demikian pula seorang mukmin. Betapapun ia membutuhkan bahan makanan, ia tidak akan mendatangi rumah orang untuk meminta-minta. Ia tidak akan berani mengambil milik orang lain dengan cara paksa atau lewat kekerasan, betapapun sulitnya ia mendapatkan bahan pangan. Jika ada orang yang memberi dengan suka rela, tanpa unsur pemaksaan, barulah ia menerima. Jika tidak, ia pun menahan lapar.
23. Lebah tidak bekerja berdasarkan pendapat sendiri atau menurut keinginan pribadi, melainkan berdasarkan petunjuk sang pemimpin. Ia hanya mengikuti apa yang telah digariskan oleh sang raja dan tidak keluar dari aturannya. Demikian juga seorang mukmin. Ia tidak beramal berdasarkan nalarnya sendiri atau menurut selera pribadinya, melainkan mengikuti imam dan ulama tepercaya.
24. Lebah tidak akan melaksanakan pekerjaannya sebelum menutup pintu sarangnya. Selagi masih ada celah, lubang, atau kebocoran dalam dinding sarangnya, ia terlebih dahulu memperbaikinya sebelum menggarap pekerjaannya. Begitu jugalah seorang mukmin. Ia tidak merasakan manisnya ibadah dan giatnya amal kecuali dalam kondisi tertutup ketika tidak ada yang melihatnya kecuali Allah Swt. atau, paling-paling, anggota keluarganya. Amal yang dilihat oleh anggota keluarga ketika berada di rumah atau oleh teman ketika berada dalam perjalanan, tidak mengurangi nilai ikhlas.
25. Lebah tidak memerlukan banyak barang dunia. Yang diperlukannya hanyalah air, bunga, dan tempat-tempat yang mengeluarkan aroma wewangian. Begitu pula halnya dengan seorang mukmin. Di dunia ini, yang dibutuhkannya hanyalah ilmu yang bermanfaat, zikir kepada Allah Swt., dan amal saleh. Itulah yang menjadi kesibukannya. Ia mengonsentrasikan diri, berjuang, dan mati di dalamnya.
26. Ukuran tubuh lebah kecil dan bentuknya tidak menarik—untuk tidak mengatakan hina, tetapi hasil karyanya berbobot, berkualitas tinggi, beharga mahal, berasa enak, dan merupakan makanan/minuman yang paling manis. Seperti itu pulalah seorang mukmin. Ukuran tubuhnya mungkin kecil serta banyak orang menghina dan meremehkan penampilannya, namun kualitas, nilai, dan amalnya amat berbobot dan sungguh mulia.
27. Lebah mempunyai tiga keadaan, yaitu: terbang dengan sayap, bergerak dan bekerja dengan tubuh, dan diam beristirahat. Demikian pula seorang mukmin. Ia mempunyai tiga keadaan. Pertama keadaan ketika terbang dengan hatinya, melintasi alam malakut dan dunia metafisik, serta meresapi makna-makna ilmu. Kedua keadaan ketika beribadah, mengabdi, dan beramal dengan anggota badan. Ketiga keadaan ketika berhenti dari dua keadaan sebelumnya. Dalam keadaan ketiga ini, ia beristirahat dengan melakukan apa yang dihalalkan oleh Allah Swt., seperti makan, minum, dan bercengkerama dengan anggota keluarga.
28. Lebah akan mati-matian mengejar orang yang mengambil barang miliknya, ke mana pun orang itu lari. Ia pasti akan mencegah tangan orang yang hendak mengambil harta miliknya berupa sarang dan madu. Ia tidak akan pernah menyerahkan harta miliknya begitu saja kepada siapa pun, kecuali terpaksa. Demikian juga halnya dengan seorang mukmin. Demi menjaga kehormatan diri, agama, keutuhan amal, dan keluarganya, ia rela mengorbankan jiwa dan hartanya.
29. Semua jenis burung menjadi najis begitu mereka mati dan tempat mereka mati juga menjadi najis. Lain halnya dengan lebah. Selagi hidup dan sesudah mati, ia tetap suci. Begitu pula seorang mukmin. Semasa hidup dan setelah matinya, ia tetap suci.
30. Makanan yang paling menggugah selera dan paling manis di dunia ini adalah madu yang dihasilkan oleh lebah. Demikian juga halnya dengan seorang mukmin. Ia menghasilkan manisan yang paling manis dan paling mengundang selera, yaitu makrifat, iman yang murni, ilmu yang bermanfaat, dan cinta yang suci.
31. Lebah, bila diterjang angin kencang hingga terlempar ke permukaan air, ke tanah berlumpur, atau ke tengah-tengah duri, ia masih bisa berjuang untuk bangkit dan akhirnya selamat lalu terbang lagi. Tetapi, apabila terlempar ke dalam api atau ke tengah-tengah asap, ia tidak akan selamat dan akhirnya binasa. Seperti itu pulalah seorang mukmin. Karena satu dan lain hal, mungkin ia terhempas ke dalam lumpur dosa dan maksiat. Hampir dapat dipastikan, ia bisa bangkit kembali dan keluar dari lumpur itu. Namun, jika ia terjerumus ke dalam kekufuran dan bidah, ia pasti akan binasa di dalamnya. Tidak ada harapan untuk bisa selamat.
32. Semua burung dapat dipikat dengan biji-bijian yang disimpan di dalam perangkap, sedangkan lebah tidak bisa dipancing dengan apa pun selain dengan apa yang dihasilkannya, yakni madu. Begitu terperangkap dalam madu, ia mati di dalamnya. Demikian pula halnya dengan seorang mukmin. Ia tidak bisa dipancing dengan benda atau rayuan duniawi. Ia hanya akan terpancing oleh Allah Swt. atau dengan apa yang dimiliki-Nya, seperti kebenaran, ilmu, dan hikmah.
33. Setiap kelompok lebah mempunyai seekor pemimpin. Selama sang pemimpin berada di tengah-tengah mereka, musuh tidak akan berani mengusik dan tidak akan coba-coba mengambil milik mereka. Apabila sang raja mati atau pergi meninggalkan mereka, mereka pun kocar-kacir berhamburan dan akhirnya satu persatu binasa. Demikian juga kaum mukmin. Selama para ulama dan imam berada di tengah-tengah mereka, musuh tidak akan berani mengusik mereka dan setan tidak akan berani mengganggu mereka. Jika tidak ada seorang pun ulama dan imam di antara mereka, mereka pun tercerai-berai dan akhirnya binasa.
34. Apabila raja lebah mempunyai cacat, rakyat lebah tidak dapat bekerja dengan baik, sarang pun tidak terawat dengan baik, dan pada gilirannya mereka akan hancur. Sebaliknya, jika sang raja lurus dan bertindak dengan bijaksana, rakyat lebah pun hidup dengan baik dan lancar. Seperti itu pulalah kaum mukmin. Bila para pemimpin mereka adil, para ulamanya bertakwa, serta para pedagang dan kaum profesionalnya jujur, maka urusan mereka akan berjalan dengan baik dan lancar. Jika tidak, mereka akan celaka.
35. Komunitas lebah akan tetap makmur meskipun sebagian anggota komunitasnya ada yang mengikuti hawa nafsu, ditimpa penyakit, atau melakukan kesalahan, selama raja mereka adil dan bertindak lurus. Demikian juga komunitas kaum mukmin. Apabila kalangan khusus mereka sudah tidak bermoral, kalangan awam pun akan terbawa binasa. Sebaliknya, meskipun kelakuan kalangan awam bobrok, mereka tidak akan binasa selama kalangan khusus berperilaku baik dan berakhlak mulia.
36. Ada dua jenis lebah: lebah yang ada di gunung-gunung dan bersarang di pepohonan dan lebah yang ada di tengah-tengah keramaian dan bersarang di perumahan. Lebah yang ada di gunung-gunung dan bersarang di pepohonan terlindung dari polusi dan relatif aman dari ancaman kebinasaan. Lebah yang ada di tengah-tengah perkampungan manusia dan bersarang di rumah-rumah atau bangunan lain yang dibuat oleh manusia, tidak aman dari bahaya kehancuran. Demikian juga halnya dengan orang beriman, ada dua macam. Di antara mereka ada yang menghabiskan sebagian besar waktunya di pasar-pasar dan sentra-sentra keramaian lainnya. Ada pula yang menempuh pola hidup zuhud, jauh dari keramaian, dan gemar mengasingkan diri di gunung-gunung atau di gua-gua untuk berkhalwat. Yang pertama relatif tidak aman dari fitnah dan kemungkinan terjerumus dalam hal yang haram dan syubhat. Yang kedua aman dari semua itu; mereka lebih tenteram, damai, selamat, dan suci.
37. Lebah tinggal di dalam sarang yang terbilang bersih dari benda-benda yang tidak diperlukan dan kosong dari barang-barang yang tidak berguna. Lebah, bahkan, tidak menyimpan sumber pangannya di dalam sarang. Dengan kata lain, ia tidak pernah membawa sekuntum bunga atau sumber makanan lainnya ke dalam sarang. Hal itu tidak membuatnya takut kelaparan. Ia begitu tenang dan damai tinggal di dalam sarang tanpa ada kekhawatiran akan sumber pangan. Demikian juga halnya dengan seorang mukmin. Ia tidak takut akan kemiskinan dan kebangkrutan. Menjadi miskin atau kaya baginya sama saja, sebab yang membuat dirinya merasa kaya adalah limpahan keyakinan dan manisnya kebersamaan dengan Tuhan.
38. Kawanan lebah, jika dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain, mereka menurut saja dan tinggal di tempat yang baru dengan nyaman. Seperti itu pulalah seorang mukmin. Di mana pun ia berada dan ke mana pun ia diajak, dengan senang hati ia akan menjalani dan mengikutinya. Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan seorang mukmin adalah seperti air, mengalir dengan mudah ke mana saja selama di sana tidak ada hal-hal yang dilarang oleh agama atau hal-hal yang dapat mengurangi kadar keberagamaannya.”
39. Lebah tidak suka dengan iklim yang terlalu panas atau terlalu dingin. Itu karena, baik iklim yang terlalu panas maupun yang terlalu dingin, keduanya dapat mengganggu, bahkan menghancurkan tatanan kehidupan mereka. Demikian pula halnya dengan seorang mukmin. Ia berada di antara takut dan harap. Terlalu berharap dapat merusak tatanan keberagamaannya dan terlalu takut dapat membuatnya putus asa dari rahmat Tuhan.
40. Lebah takut akan dua hal, yaitu: terik matahari yang menyengat di musim panas dan dingin yang menusuk di musim dingin. Begitu juga halnya dengan seorang mukimin. Ia berada di antara dua hal yang ditakutkan, yakni: ajal yang telah ditetapkan Allah Swt.—karena ia tidak tahu apa yang telah Allah Swt. tentukan bagi dirinya dalam ketetapan itu—dan ketetapan yang akan datang—karena ia tidak tahu apa yang Allah Swt. kehendaki bagi dirinya di masa depan.
Rasulullah saw. juga bersabda, “Seorang mukmin laksana lebah; ia memakan yang baik-baik, mengeluarkan yang baik-baik, serta hinggap di ranting tanpa mematahkannya.”
Inilah salah satu sifat mukmin. Ia memakan hanya yang baik dan memberi makan kepada yang lain pun hanya dengan yang baik. Ia orang baik dan memberi kebaikan bagi sesamanya. Ia memberi tanpa diminta, berlapang dada, bersikap santun, dan jauh dari keinginan menyakiti orang. Di mana pun berada, ia tak pernah membuat kerusakan. Tak heran jika persangkaan orang terhadapnya hanya persangkaan yang baik. Dengan sifat-sifat inilah segolongan kaum mukmin dikenal.
* Syekh Abû Thâlib al-Makkî adalah ulama klasik, penulis kitab termasyhur Qut al-Qulub (Nutirisi untuk Hati).
Shollu Ala Sayyidina Muhammad p

Jumat, 05 Agustus 2016

PEMBAGIAN WAKTU SHOLAT

PEMBAGIAN WAKTU SHOLAT
Pembagian waktu shalat fardu, diangkat dari kitab I’anathuth-Thalibin, sebagai berikut :
وَلِلظُّهْرِ سِتَّةُ أَوْقاَتٍ ؛ وَقْتُ فَضِيْلَةٍ : وَهُوَ أَوَّلُ الوَقْتِ بِمِقْدَارِ ماَ يُؤَذِنُ وَيَتَوَضَأُ وَيَسْتَرُ العَوْرَةَ وَيُصَلِّيْهاَ مَعَ رَاتِبَتِهاَ وَيَأْكُلُ لَقِيْماَتٍ , وَوَقْتُ اِخْتِياَرٍ: وَهُوَ يَسْتَمِرُ بَعْدَ فِرَاغِ وَقْتِ الفَضِيْلَةِ وَإِنْ دَخَلَ مَعَهُ إِلىَ أَنْ يَبْقَى مِنَ الوَقْتِ ماَ يَسَعُهاَ فَيَكُوْنُ مُسَاوِياً لِوَقْتِ الجَوَازِ الآَتِى وَقِيْلَ يَسْتَمِرُ إِلىَ رُبْعِهِ أَوْنِصْفِهِ , وَوَقْتُ جَوَازٍ: وَهُوَ إِلىَ أَنْ يَبْقَى مِنَ الوَقْتِ ماَ يَسَعُهاَ , وَوَقْتُ حُرْمَةٍ : وَهُوَ إِلىَ أَنْ يَبْقَى ماَ لاَ يَسَعُهاَ , وَوَقْتُ ضَرُوْرَةٍ : وَهُوَ آَخِرُ الوَقْتِ إِذاَ زَالَتْ المَوَانِعُ وَالباَقِيْ مِنَ الوَقْتِ قَدْرَ التَّكْبِيْرَةِ فَأَكْثَرَ , وَوَقْتُ عُذْرٍ: وَهُوَ وَقْتُ العَصْرِ لِمَنْ يَجْمَعُ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ
Dzuhur ada enam bagian waktu ;
(1) Waktu FADILAH(UTAMA), yaitu awal waktu kira-kira selama melakukan adzan, wudlu, berpakaian, shalat qobliyah-nya dan makan.
(2) Waktu IKHTIAR, yaitu dari selesai waktu padilah meskipun masuk bersamanya sampai tersisa waktu untuk melakukan shalat, hal ini menyamai Waktu Jawaz yang nanti dijelaskan. Dari pendapat lain Waktu Ikhtiar ialah sampai seperempat atau separuh waktu dzuhur.
(3) Waktu JAWAZ, yaitu tersisa waktu cukup melaksanakan shalat.
(4) Waktu HARAM, yaitu tersisa waktu tidak cukup melaksanakan shalat.
(5) Waktu DARURAT, yaitu akhir waktu yang jika telah hilang larangan shalat dan waktu masih tersisa kira-kira untuk Takbiratul-ikhram atau lebih.
(6) Waktu UDZUR, yaitu waktu Asar, ini bagi orang yang melakukan jama’ takhir.
وَلِلْعَصْرِ سَبْعَةُ أَوْقاَتٍ ؛ وَقْتُ فَضِيْلَةٍ : وَهُوَ أَوَّلُ الوَقْتِ , وَوَقْتُ اِخْتِياَرٍ: وَهُوَ وَقْتُ الفَضِيْلَةِ وَيَسْتَمِرُ إِلىَ مَصِيْرِ الظِّلِّ مِثْلَيْنِ بَعْدَ ظِلِّ الاِسْتِوَاءِ , وَوَقْتُ جَوَازٍ بِلاَ كَرَاهَةٍ : وَهُوَ إِلىَ الاِصْفِرَارِ , ثُمَّ بِهاَ إِلىَ أَنْ يَبْقَى مِنَ الوَقْتِ ماَ يَسَّعُهاَ , وَوَقْتُ حُرْمَةٍ : وَهُوَ إِلىَ أَنْ يَبْقَى مِنَ الوَقْتِ ماَ لاَ يَسَّعُهاَ , وَوَقْتُ ضَرُوْرَةٍ : وَهُوَ آَخِرُ الوَقْتِ بِحَيْثُ تَزُوْلُ المَوَانِعُ وَالباَقِيْ مِنْهُ قَدْرَ التَّكْبِيْرَةِ فَأَكْثَرَ ، فَتَجِبُ هِيَ وَماَ قَبْلَهاَ ِلاَنَّهاَ تَجْمَعُ مَعَهاَ , وَوَقْتُ عُذْرٍ: وَهُوَ وَقْتُ الظُّهْرِ لِمَنْ يَجْمَعُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ
Asar ada tujuh bagian waktu ;
(1) Waktu FADILAH(UTAMA), yaitu awal waktu.
(2) Waktu IKHTIAR, yaitu waktu padilah sampai terjadi bayang-bayang dua kali lipat dari bendanya setelah tengah hari.
(3) Waktu JAWAZ TIDAK MAKRUH, yaitu sampai terjadi mega kuning.
(4) Waktu JAWAZ MAKRUH, sampai tersisa waktu cukup melaksanaan shalat.
(5) Waktu HARAM, yaitu tersisa waktu tidak cukup untuk melaksanakan shalat.
(6) Waktu DARURAT, yaitu akhir waktu yang ketika hilang larangan shalat dan waktu masih tersisa kira-kira untuk Takbiratul-ikhram atau lebih, maka wajib shalat termasuk hal yang dilakukan sebelum shalat, karena itu satu paket shalat.
(7) Waktu UDZUR, yaitu waktu dzuhur, ini bagi orang yang melakukan jama’ taqdim.
وَلِلْمَغْرِبِ خَمْسَةُ أَوْقاَتٍ ؛ وَقْتُ فَضِيْلَةٍ وَاِخْتِياَرٍ وَجَوَازٍ بِلاَ كَرَاهَةٍ : وَهُوَ أَوَّلُ الوَقْتِ , وَوَقْتُ جَوَازٍ بِكَرَاهَةٍ : وَهُوَ إِلىَ أَنْ يَبْقَى ماَ يَسَعُهاَ , وَوَقْتُ حُرْمَةٍ : وَهُوَ إِلىَ أَنْ يَبْقَى ماَلاَ يَسَّعُهاَ , وَوَقْتُ ضَرُوْرَةٍ : وَهُوَ لِمَنْ زَالَتْ مِنْهُ المَوَانِعُ , وَوَقْتُ عُذْرٍ: وَهُوَ وَقْتُ العِشاَءِ لِمَنْ يَجْمَعُ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ
Magrib ada lima bagian waktu ;
(1) AWAL WAKTU, yaitu mencakup Waktu Fadilah, Waktu ikhtiar dan Waktu jawaz yang tidak makruh
(2) Waktu JAWAZ MAKRUH, yaitu tersisa waktu cukup untuk melaksanakan shalat.
(3) Waktu HARAM, yaitu tersisa waktu yang tidak cukup untuk melaksanakan shalat.
(4) Waktu DARURAT, yaitu bagi orang yang hilang larangan shalat.
(5) Waktu UDZUR, yaitu waktu Isya, ini bagi orang yang melaksanakan jama’ takhir.


وَلِلْعِشاَءِ سَبْعَةُ أَوْقاَتٍ كاَلعَصْرِ ؛ وَقْتُ فَضِيْلَةٍ : وَهُوَ بِمِقْداَرِ ماَ يَسَّعُهاَ وَماَ يَتَعَلَّقُ بِهاَ , وَوَقْتُ اِخْتِياَرٍ : وَهُوَ إِلىَ ثُلُثِ اللَّيْلِ , وَوَقْتُ جَوَازٍ بِلاَ كَرَاهَةٍ : وَهُوَ إِلىَ الفَجْرِ الكاَذِبِ , وَوَقْتُ جَوَازٍ بِكَرَاهَةٍ ، وَهُوَ ماَ بَعْدَ الفَجْرِ الاَوَّلِ حَتَّى يَبْقَى مِنَ الوَقْتِ مَا يَسَّعُهاَ , وَوَقْتُ حُرْمَةٍ : وَهُوَ إِلىَ أَنْ يَبْقَى ماَ لاَ يَسَّعُهاَ , وَوَقْتُ ضَرُوْرَةٍ : وَهُوَ وَقْتُ زَوَالِ الماَنِعِ , وَوَقْتُ عُذْرٍ : وَهُوَ وَقْتُ المَغْرِبِ لِمَنْ يَجْمَعُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ
Isya ada tujuh bagian waktu, sama seperti Asar ;
(1) Waktu PADILAH, yaitu waktu sekedar cukup melaksanakan shalat dan hal yang terkait dengan shalat.
(2) Waktu IKHTIAR, yaitu sampai sepertiga malam.
(3) Waktu JAWAZ TIDAK MAKRUH, yaitu sampai terbit fajar kadzib (dusta).
(4) Waktu JAWAZ MAKRUH, yaitu setelah terbit fajar awal (fajar kadzib) sampai waktu cukup untuk melaksanakan shalat.
(5) Waktu HARAM, yaitu sampai tersisa waktu yang tidak cukup untuk melaksanakan shalat.
(6) Waktu DARURAT, yaitu waktu yang pada saat hilang larangan shalat.
(7) Waktu UDZUR, yaitu waktu magrib, ini bagi orang yang melaksanakan jama’ taqdim.
وَلِلصُّبْحِ سِتَّةُ أَوْقاَتٍ ؛ وَقْتُ فَضِيْلَةٍ : وَهُوَ أَوَّلُ الوَقْتِ , وَوَقْتُ اِخْتِياَرٍ : وَهُوَ يَبْقَى إِلىَ الاَسْفاَرِ , وَوَقْتُ جَوَازٍ بِلاَ كَرَاهَةٍ : وَهُوَ يَبْقَى إِلىَ طُلُوْعِ الحَمْرَةِ الَّتِيْ تَظْهَرُ قَبْلَ الشَّمْسِ , وَوَقْتُ جَوَازٍ بِكَرَاهَةٍ : وَهُوَ إِلىَ أَنْ يَبْقَي مِنَ الوَقْتِ ماَ يَسَّعُهاَ , وَوَقْتُ تَحْرِيْمٍ : وَهُوَ إِلىَ أَنْ يَبْقَى مِنَ الوَقْتِ ماَ لاَ يَسَّعُهاَ , وَوَقْتُ ضَرُوْرَةٍ لِمَنْ زَالَتْ مِنْهُ المَوَانِعُ
Subuh ada enam bagian waktu ;
(1) Waktu FADILAH, yaitu awal waktu.
(2) Waktu IKHTIAR, yaitu sampai terjadi mega kuning.
(3) Waktu JAWAZ TIDAK MAKRUH, yaitu tersisa waktu sampai terbit mega merah, sebelum terbit Matahari.
(4) Waktu JAWAZ MAKRUH, yaitu sampai tersisa waktu cukup melaksanakan shalat.
(5) Waktu HARAM, yaitu sampai tersisa waktu yang tidak cukup melaksanakan shalat.
(6) Waktu DARURAT, yaitu waktu bagi orang yang hilang larangan shalat. —
wallohu a'lam.
Shollu Ala Sayyidina Muhammad

Kamis, 04 Agustus 2016

Dalil , Faedah dan 41 Fadhilah Membaca Shalawat.

Dalil , Faedah dan 41 Fadhilah Membaca Shalawat.
قَالَ اللهُ تَعَالَى : إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ يَآايُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوْا صَلوُّا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. وَرُوِيَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ ذَاتَ يَوْمٍ وَاْلبُشْرَى تُرَى فِي وَجْهِهِ فَقَالَ : إِنَّهُ جَاءَنِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : أَمَا تَرْضَى يَا مـُحَمَّدُ اَنْ لاَ يُصَلِّيَ عَلَيْكَ اَحَدٌ مِنْ أُمَّتِكَ إِلاَّ صَلَّيْتُ عَلَيْهِ عَشْرًا. وَلاَ يُسَلِّمُ عَلَيْكَ اَحَدٌ مِنْ اُمَّتِكَ إِلاَّ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ عَشْرًا. وَقَالَ أَيضًا : إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِيْ أَكْثَرُكُمْ عَلَيَّ صَلاَةً. وَقَالَ أَيضًا : مَنْ صَلىَّ عَلَيَّ صَلَّتْ عَلَيْهِ اْلـمَلآئِكَةُ مَا دَامَ يُصَلِّي عَلَيَّ.
Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Allah dan para malai katnya bersholawat kepada nabi, wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu dan ucapkanlah salam kepadanya”. Dan diriwa yatkan bahwa pada suatu hari
Nabi SAW pernah mendatangi para sahabatnya, dan di wajahnya terlihat kegembiraan, beliau bersabda : Malaikat Jibril as telah datang kepadaku dan ia berkata : Ya Muham mad apakah engkau tidak senang jika umatmu bersholawat kepada mu, maka aku akan bersholawat kepadanya sepuluh kali, dan jika ia mengucapkan salam kepadamu maka aku pun akan mengucapkan salam kepadanya sepuluh kali. Dan sabdanya yang lain : Sesungguh nya manusia yang paling utama di sisiku adalah yang paling banyak membaca sholawat. Dan sabdanya lagi : Barangsiapa yang bershola wat kepadaku maka para malaikat akan selalu bersholawat untuknya selama ia masih mengucapkan sholawat kepadaku.
ﻭَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢَ : )) ﺍَﻟْﺒَﺨِﻴْﻞُ ﻣَﻦْ ﺫُﻛِﺮْﺕُ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻓَﻠَﻢْ ﻳُﺼَﻞِّ ﻋَﻠَﻲَّ (( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍْﻹِﻣَﺎﻡُ ﺃَﺣْﻤَﺪُ
Rasulullah SAW bersabda : “Orang yang bakhil itu adalah orang yang apabila disebut namaku di
sisinya, maka dia tidak bersholawat kepadaku.” (HR. Imam Ahmad).
PELAJARAN YANG TERKANDUNG :
1. Sesungguhnya Nabi SAW menjelaskan hak bersholawat atas Beliau SAW kepada umatnya ketika
nama Beliau disebut, dan hal itu bukanlah untuk Nabi SAW, akan tetapi keuntugan dari
bersholawat itu kembali kepada mereka. Sebab, bersholawat kepada Nabi SAW itu adalah sebab
kebahagian dunia dan akhirat mereka. Adapun keuntungan tersebut adalah sebagai berikut :
Fadhilah dan faedah bersholawat kepada nabi SAW
فَضَآئِلُ الصَّلَوَاتِ عَلَى خَيْرِ اْلبَرِيَّاتِ : اِمْتِثَالُ اَمْرِاللهِ بِالصَّلاَةِ عَلَيْهِ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَمُوَافَقَتُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فِى الصَّلاَةِ عَلَيْهِ. وَمُوَافَقَتُهُ اْلَمَلاَئِكَةَ فِى الصَّلاَةِ عَلَيْهِ. وَحُصُوْلُ عَشْرِ صَلَـوَاتٍ مِنَ اللهِ تَعَالَى عَلَى الَمُصَلِّى عَلَيْهِ بـِوَاحِدَةٍ. وَاَنَّهُ يَرْفَعُ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ. وَيُكْتَبُ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ. وَتـُُمْحَى عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئآتٍ. وَتُرْجَى لَهُ اِجَابَةُ دَعْوَتِهِ. وَاِنَّهَاسَبَبٌ لِشَفَاعَتِهِ. وَاِنَّهَا سَبَبٌ لِغُفْرَانِ الذُنوُْبِ وَسَتْرِ اْلعُيُوْبِ. وَاِنَّهَا سَبَبٌ لِكِفَايَةِ اْلعَبْدِ مَا اَهَمَّهُ. وَاِنَّهَا سَبَبٌ لِقُرْبِ اْلعَبْدِ مِنْهُ. وِاِنَّهَا َتقُوْمُ مَقَامَ الصَّدَقَةِ. وَاِنَّهَا سَبَبٌ لِقَضَاءِ اْلـحَوَاِئجِ. وَاِنَّهَا سَبَبٌ لِصَلاَةِ اللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ عَلَى اْلـمُصَلِّى. وَاِنَّهَا سَبَبُ زَكَاةِ اْلـمُصَلِّىَ وَالطَّهَارَةِ لَهُ. وَاِنَّهَا سَبَبٌ لِتَبْشِيْرِ اْلعَبْدِ بِالـْْجَنَّةِ قَبْلَ مَوْتِهِ. وَاِنَّهَا سَبَبٌ لِلنَّجَاةِ مِنْ اَهْوَالِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ. وَاِنَّهَا سَبَبٌ لِرَدِّهِ عَلىَ الـْمُصَلِّىْ عَلَيْهِ اْلـمُوْفِيَةُ. وَاِنَّهَا سَبَبٌ لِتَذَكُّرِ مَا نَسِيَهُ اْلـمُصَلِّى عَلَيْهِ. وَاِنَّهَا سَبَبٌ لِطِيْبِ اْلـمَجْلِسِ وَاَنْ لاَ يَعُوْدَ عَلَى اَهْلِهِ حَشْرَةُ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ. وَاِنَّهَا سَبَبٌ لِنَفْيِ اْلفَقْرِ عَنِ اْلـمُصَلِّى عَلَيْهِ. وَاِنَّهَا تَنْفِيْ عَنِ اْلعَبْدِ اِسْمُ اْلبُخْلِ اِذَا صَلَّى عَلَيْهِ عِنْدَ ذِكْرِهِ. وَنـَجَاتُهُ مِنْ دُعَآئِهِ عَلَيْهِ بِرَغْمِ اَنـْفِهِ اِذَا تَرَكَهَا عِنْدَ ذِكْرِهِ. وَإِنَّهاَ تَأْتِيْ بِصَاحِبِهَا عَلَى طَرِيْقِ اْلـجَنَّةِ وَتـُخْطِئُ بِتَارِكِهَا عَنْ طَرِيْقِهَا.وَإِنَّهاَ تُنْجِيْ مِنْ نــَتْنِ اْلـمَجْلِسِ الَّذِيْ لاَ يُذْكَرُ فِيْهِ اِسْمُ اللهِ وَرَسُوْلِهِ. وَإِنَّهاَ سَبَبٌ لِتَمَامِ اْلكَلاَمِ الَّذِيْ ابْتُدِئَ بـِحَمْدِ اللهِ وَالصَّلاَةِ عَلَى رَسُوْلِهِ. وَإِنَّهاَ سَبَبٌ لِفَوْزِ اْلعَبْدِ بِاْلـجَوَازِ عَلَى الصِّرَاطِ. وَإِنَّهَا يـَخْرُجُ اْلعَبْدُ عَنِ اْلـجَفَاءِ بِالصَّلاَةِ عَلَيْهِ. وَإِنَّهاَ سَبَبٌ ِلإِلْقَاءِ اللهِ تَعَالَى الثَّناَءَ اْلـحَسَنَ عَلَى اْلـمُصَلِّى عَلَيْهِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَلأَرْضِ. وَإِنَّهَا سَبَبٌ ِلرَحْمَةِ اللهِ. وَإِنَّهَا سَبَبٌ لِلْبَرَكَةِ. وَإِنَّهَا سَبَبٌ لِدَوَاِم مَحَبَّتِهِ وَزِيَادَتِهَا وَتَضَاعُفِهَا وَذَلِكَ عَقْدٌ مِنْ عُقُوْدِ اْلإِيْمَانِ لاَيَتِمُّ اِلاَّ بِهِ. وَإِنَّهَا سَبَبٌ لِمَحَبَّةِ الرَّسُوْلِ لِلْمُصَلِّى عَلَيْهِ. وَإِنَّهاَ سَبَبٌ لـِهِدَايَةِ اْلعَبْدِ وَحَيَاةِ قَلْبِهِ. وَإِنَّهَا سَبَبٌ لِتَثْبِيْتِ اْلقَدَمِ. تَأْدِيَةُ الصَّلاَةِ عَلَيْهِ ِلأَقَلِّ اْلقَلِيْلِ مِنْ حَقِّهِ وَشُكْرِ نِعْمَةِ اللهِ الـَّّتِـيْ اَنْعَمَ بِهَا عَلَيْنَا. وَإِنَّهاَ مُتَضَمِّنَةٌ لِذِكْرِ اللهِ وَشُكْرِهِ وَمَعْرِفَةِ اِنْعَامِهِ. اِنَّ الصَّلاَةَ عَلَيْهِ مِنَ اْلعَبْدِ دُعَآءٌ وَسُؤَالٌ إِلَى رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَتَارَةً يَدْعُوْ لِنَبـِيِّهِ وَتاَرَةً لِنـَفْسِهِ وَلاَ يـَخْفَى مَافِي هَذَا مِنَ اْلـمَزِيةَِّ لِلْعَبْدِ. وَمِنْ أَعْظَمِ الثَّمَرَاتِ وَاَجَلِّ اْلفَوَائِدِ اْلـمُكْتَسَبَةِ بِالصَّلاَةِ عَلَيْهِ اِنْطِبَاعُ صُوْرَتِهِ اْلكَرِيـْمَةِ فِي النَّفْسِ. وَإِنَّ اْلإِكْثاَرَ مِنَ الصَّلاَةِ عَلَى النَّبـِـيِّ
يَقُوْمُ مَقَامَ الشَّيْخِ اْلـمُرَبِّيْ.
Fadhilah dan faedah bersholawat kepada nabi SAW :
1. Melaksanakan perintah Allah untuk bersholawat kepada nabi.
2. Menyesuaikan diri dengan Allah dalam bersholawat kepada nabi.
3. Menyesuaikan diri dengan para malaikat dalam bersholawat kepa da nabi SAW.
4. Mendapatkan 10 rahmat dari Allah bagi orang yang bersholawat kepada nabi SAW satu kali saja.
5. Diangkat bagiya 10 derajat.
6. Dicatat untuknya 10 hasanat / kebaikan.
7. Dihapus darinya 10 kesalahan.
8. Diharapkan terkabul do`a-do`anya dengan sebab sholawat.
9. Sholawat menjadi penyebab untuk mendapatkan syafa`at dari nabi SAW di hari kiamat.
10. Sholawat menjadi penyebab untuk mendapatkan ampunan dari berbagai macam dosa dan ditutup aib kesalahannya.
11. Sholawat menjadi penyebab dicukupinya semua keinginan dan hajat seorang hamba.
12. Sholawat menjadi penyebab dekatnya hubungan seorang hamba dengan nabi SAW.
13. Sholawat dapat dijadikan sebagai pengganti sedekah.
14. Sholawat menjadi penyebab terkabul semua kebutuhannya.
15. Sholawat menjadi penyebab Allah dan para malaikat akan bersho lawat kepadanya.
16. Sholawat menjadi penyebab untuk kesucian dan kebersihan bagi pembacanya
17. Sholawat menjadi penyebab bagi seorang hamba untuk mendapat kan kabar gembira tentang sorga sebelum kematiannya.
18. Sholawat menjadi penyebab keselamatan bagi pembacanya dari huru hara di hari kiamat.
19. Sholawat menjadi penyebab bagi nabi untuk menjawab shola watnya dengan jawaban yang sempurna.
20. Sholawat menjadi penyebab untuk mengingatkan kembali sesuatu yang terlupa.
21. Sholawat menjadi penyebab harum semerbaknya suatu majlis dan tidak menjadi penyesalan bagi ahli majlis pada hari kiamat.
22. Sholawat menjadi penyebab untuk menolak kefakiran dan kemis kinan bagi pembacanya.
23. Sholawat menjadi pembela bagi seseorang dari panggilan bakhil jika ia bersholawat saat nama nabi SAW disebut.
24. Sholawat menjadi penyelamat bagi pembacanya dari kutukan dan celaan Allah jika ia tidak bersholawat saat nama nabi disebut.
25. Sholawat akan membawa pembacanya untuk mendapatkan jalan menuju sorga dan menyimpangkan jalan dari sorga bagi orang yang enggan untuk membacanya.
26. Sholawat menjadi penyelamat bagi seseorang dari bau busuknya suatu majlis yang tidak disebut nama Allah dan rosul-Nya.
27. Sholawat menyempurnakan kalam (pembicaraan) yang sunat di awali dengan hamdalah dan sholawat kepada nabi SAW.
28. Sholawat menjadi penyebab suksesnya seorang hamba saat ia me lintasi shirotol mustaqim.
29. Membaca sholawat dengan sempurna dapat menghilangkan tabiat kasar yang ada pada diri seseorang.
30. Sholawat menjadi penyebab seseorang akan mendapatkan pujian dan sanjungan dari penduduk langit dan bumi pada saat ia berjumpa dengan Allah SWT.
31. Sholawat menjadi penyebab seseorang akan mendapatkan rahmat yang luas dari Allah SWT.
32. Sholawat menjadi penyebab seseorang akan mendapatkan keber kahan dalam hidupnya.
33. Sholawat menjadi penyebab bertambahnya kecintaan seseorang kepada nabi Muhammad SAW, dan kecintaan kepada nabi meru pakan salah satu cabang dari pada cabang-cabang iman, karena tidak sempurna iman seseorang tanpa mencintai nabinya.
34. Sholawat menjadi penyebab seseorang akan dicintai oleh nabi.
35. Sholawat menjadi penyebab seseorang akan mendapatkan hida yah dari Allah dan hidup hatinya dengan keimanan.
36. Sholawat menjadi penyebab mantapnya kaki seseorang saat ia melintasi Shirotol Mustaqim.
37. Membaca sholawat, sekurang-kurangnya adalah dalam rangka melaksanakan hak nabi dan mensyukuri karunia Allah yang telah Dia limpahkan kepada kita ( dengan sebab ) beliau.
38. Membaca sholawat sudah tercakup di dalamnya zikir kepada Allah, bersyukur atas nikmat-Nya dan mengenal semua karunia-Nya yang sempurna yang terlimpah kepada kita.
39. Bersholawat kepada nabi sama kedudukannya dengan do`a dan permintaan seorang hamba kepada tuhannya, terkadang perminta an itu untuk nabinya dan terkadang untuk dirinya sendiri, karena di dalam membaca sholawat itu terdapat keistimewaan dan fae dah yang sangat banyak.
40. Hasil dan faedah yang paling agung dalam bersholawat kepada na bi adalah menghadirkan wajah nabi yang mulia di dalam jiwa dan hati kita.
41. Memperbanyak sholawat kepada nabi SAW dapat menempatkan kedudukan seseorang seperti Syekhul Murobbiy
Shollu Ala Sayyidina Muhammad

TINGKATAN TOBAT

TINGKATAN TOBAT..
Tingkatan dalam TAUBAT :
1.Taubat orang biasa, dengan menyesali dosa yang telah terbuat, berkeinginan kuat untuk tidak mengulangi kembali, mengembalikan hak-hak orang lain bila memungkinkan dan berniat mengembalikannya bila tidak memungkinkan.
2.Taubat orang khusus, dengan berhenti dari hal-hal yang dimakruhkan Allah, berhenti dari kejelekan yang terlintas dalam pikiran, berhenti dari kelesuan dalam menjalani ibadah dan berhenti dari menjalani ibadah yang tidak sempurna.
3.Taubat orang yang sangat khusus, bukan karena kesalahan atau kekurangan yang telah terjalankan tapi karena kesalahan dan kekurangan yang selalu terasakan, dengan taubat ini kian tinggilah maqam dan derajatnya disisi Allah Ta’aalaa. (Tafsiir al-Aluusi II/10).
* (وَتُوبُواْ إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ) *…
توبة العوام من الذنوب وتوبة الخواص من غفلة القلوب وتوبة خواص الخواص مما سوى المحبوب فذنب كل عبد بحسبه لأن أصل معنى الذنب أدنى مقام العبد وكل ذي مقام أعلاه أحسنه وأدناه ذنبه ولذلك في كل مقام توبة حتى ترتفع التوبة عن التوبة
“Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (QS. 24:31)
Senada dengan keterangan dalam tafsir al-Aluusi, kata ”TAUBAT” dalam ayat diatas menurut Syekh ‘Abdur Ro’uf al-Munaawy memiliki beberapa tingkatan.
Tingkatan dalam TAUBAT :
1.Taubat orang biasa dari dosa dan kesalahan
2.Taubat orang khusus dari hati saat dalam kelalaian
3.Taubat orang yang sangat khusus berpaling dari segala selain Sang Kekasih Tuhan Pencipta Alam ( Bepaling Dari Allah SWT) .
Yang disebut DOSA tergantung kedudukan seorang hamba, dalam setiap kedudukan selalu diajarkan menjalani pertaubatan karena taubat berarti QIYAAMAN BIHAQQIL ‘UBUUDIYYAH WA I’ZHOOMAN LI MANSHIBIR RUBUUBIYYAH menjalani kewajiban seorang hamba dan mengagungkan bagian dari sifat ketuhanan.
[ Faidh alQadiir III/362 ].
Apakah semua orang yang berusaha mampu naik sampai tingkat khowas / khosul khowas ? Padahal tidak tahu apakah dia termasuk orang" yang dikehendaki / dipilih-Nya ???
Insya Allah bisa... Karena secara syar'i semuanya bisa didapat adakalanya dengan KASAB (usaha) dan GHOIRU KASAB...
Shollu Ala Sayyidina Muhammad

Senin, 16 Mei 2016

ISTIMEWANYA KALIMAT TAHLIL (LA ILAHA ILLALLAH)

Keistimewaan Kalimat Tahlil (La ilaha Illallah)

Makna La ilaha illallahTiada sembahan yang pantas disembah dengan sebenar-benarnya di alam ini melainkan Allah
Ulama papan atas Imam Jalaluddin Suyuthi menyebutkan dalam kitabnya “al-Kanzul Madfun Wa al-Fulkul Masyhun halaman 119:

 “ Diantara keistimewaan kalimat La ilaha illallah”

1. Seluruh hurufnya terdiri dari huruf Jauf (yang keluar dari rongga), tidak ada huruf Syafawi (yang keluar dari bibir), oleh karenanya kalimat inilah yang pilihan menjadi salah satu alamat bisyarah (kabar gembira) bagi orang yang mengalami Sakaratul Maut, seseorang yang didatangi Sakaratul Maut, dia sudah tidak berdaya lagi untuk menggerakkan seluruh anggota tubuhnya, mulut Cuma bisa terbuka, nafasnya turun naik yang bisa bergerak cuma lidah saja.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة

Artinya: Siapa saja yang ucapan akhir hidupnya “Laa ilaaha illallah” maka dia akan masuk surga.

( hadits hasan).

Seolah-olah kalimat “La Ilaha illallah” yang diucapkan oleh orang yang sedang sekarat benar-benar keluar dari rongga keikhlasannya bukan dari bibirnya.

2. Seluruh hurufnya merupakan huruf Muhmalah (yang tidak bertitik), semua hurufnya sunyi dari pada titik hal ini merupakan sebuah isyarat bahwa kalimat “la ilaha Illallah” merupakan kalimat ikhlas yang mengandung kemurnian aqidah seseorang yang bertauhid untuk menafikan (meniadakan) dari segala sembahan selain Allah Taala.

Rabu, 11 Mei 2016

PENGERTIAN ILMU DAN FIQIH SERTA KEUTAMAANNYA

KAJIAN DARI KITAB TA'LIM MUTA'LIM

FASAL l

PENGERTIAN ILMU DAN FIQIH SERTA KEUTAMAANNYA.

Kewajiban Belajar :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة

Rasulullah saw bersabda : “Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan”.

اعلم, بأنه لايفترض على كل مسلم، طلب كل علم وإنما يفترض عليه طلب علم الحال كما قال: وأفضل العلم علم الحال، وأفضل العمل حفظ الحال

Perlu diketahui bahwa, kewajiban menuntut ilmu bagi muslim laki-laki dan perempuan ini tidak untuk sembarang ilmu, tapi terbatas pada ilmu agama, dan ilmu yang menerangkan cara bertingkah laku atau bermuamalah dengan sesama manusia. Sehingga ada yang berkata,“Ilmu yang paling utama ialah ilmu Hal. Dan perbuatan yang paling mulia adalah menjaga perilaku.” Yang dimaksud ilmu hal ialah ilmu agama islam, shalat misalnya.

ويفترض على المسلم طلب ما يقع له فى حاله، فى أى حال كان، فإنه لابد له من الصلاة فيفترض عليه علم ما يقع له فى صلاته بقدر ما يؤدى به فرض الصلاة،

Oleh karena setiap orang islam wajib mengerjakan shalat, maka mereka wajib mengetahui rukun-rukun dan sarat-sarat sahnya shalat, supaya dapat melaksanakan shalat dengan sempurna.

ويجب عليه بقدر ما يؤدى به الواجب، لأن ما يتوسل به إلى إقامة الفرض يكون فرضا، وما يتوسل به إلى إقامة الواجب يكون واجبا وكذا فى الصوم، والزكاة، إن كان له مال، والحج إن وجب عليه. وكذا فى البيوع إن كان يتجر.

Setiap orang islam wajib mempelajari/mengetahui rukun maupun shalat amalan ibadah yang akan dikerjakannya untuk memenuhi kewajiban tersebut. Karena sesuatu yang menjadi perantara untuk melakukan kewajiban, maka mempelajari wasilah/perantara tersebut hukumnya wajib. Ilmu agama adalah sebagian wasilah untuk mengerjakan kewajiban agama. Maka, mempelajari ilmu agama hukumnya wajib. Misalnya ilmu tentang puasa, zakat bila berharta, haji jika sudah mampu, dan ilmu tentang jual beli jika berdagang.

قيل لمحمد بن الحسن، رحمة الله عليه: لما لاتصنف كتابا فى الزهد؟ قال: قد صنفت كتابا فى البيوع، يعنى: الزاهد من يحترز عن الشبهات والمكروهات فى التجارات.

Muhammad bin Al-Hasan pernah ditanya mengapa beliau tidak menyusun kitab tentang zuhud, beliau menjawab, “aku telah mengarang sebuah kitab tentang jual beli.” Maksud beliau adalah yang dikatakan zuhud ialah menjaga diri dari hal-hal yang subhat (tidak jelas halal haramnya) dalam berdagang.

وكذلك فى سائر المعاملات والحرف، وكل من اشتغل بشيئ منها يفترض عليه علم التحرز عن الحرام فيه. وكذلك يفترض عليه علم أحوال القلب من التوكل والإنابة والخشية والرضى، فإنه واقع فى جميع الأحوال.

Setiap orang yang berkecimpung di dunia perdagangan, wajib mengetahui cara berdagang dalam islam supaya dapat menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan. Setiap orang juga harus mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengan batin atau hati, misalnya tawakal, tobat, takut kepada Allah, dan ridha. Sebab, semua itu terjadi pada segala keadaan.

Keutamaan Ilmu.

وشرف العلم لايخفى على أحد إذ هو المختص بالإنسانية لأن جميع الخصال سوى العلم، يشترك فيها الإنسان وسائر الحيوانات: كالشجاعة والجراءة والقوة والجود والشفقة وغيرها سوى العلم.

Tidak seorang pun yang meragukan akan pentingnya ilmu pengetahuan, karena ilmu itu khusus dimiliki umat manusia. Adapun selain ilmu, itu bisa dimiliki manusia dan bisa dimiliki binatang. Dengan ilmu pengetahuan.

وبه أظهر الله تعالى فضل آدم عليه السلام على الملائكة، وأمرهم بالسجود له.

Allah Ta’ala mengangkat derajat Nabi Adam as. Diatas para malaikat. Oleh karena itu, malaikat di perintah oleh Allah agar sujud kepada Nabi Adam as.

وإنما شرف العلم بكونه وسيلة الى البر والتقوى، الذى يستحق بها المرء الكرامة عند الله، والسعادة والأبدية، كما قيل لمحمد بن الحسن رحمة الله عليهما شعرا:

تعـلـم فــإن الـعلـم زيـن لأهــلــه وفــضـل وعــنـوان لـكـل مـــحامـد

وكــن مـستـفـيدا كـل يـوم زيـادة من العـلم واسـبح فى بحـور الفوائـد

تـفـقـه فإن الـفــقـه أفــضـل قائـد الى الــبر والتـقـوى وأعـدل قـاصـد

هو العلم الهادى الى سنن الهدى هو الحصن ينجى من جميع الشدائد

فـإن فـقيــهـا واحــدا مــتـورعــا أشـد عـلى الشـيطـان من ألـف عابد

Ilmu itu sangat penting karena itu sebagai perantara (sarana) untuk bertaqwa. Dengan taqwa inilah manusia menerima kedudukan terhormat disisi Allah, dan keuntungan yang abadi. Sebagaimana dikatakan Muhammad bin Al-Hasan bin Abdullah dalam syairnya : “Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. dia perlebihan, dan pertanda segala pujian, Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna.”

Belajarlah ilmu agama, karena ia adalah ilmu yang paling unggul. Ilmu yang dapat membimbing menuju kebaikan dan taqwa, ilmu paling lurus untuk di pelajarai. Dialah ilmu yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, yakni jalan petunjuk. Tuhan yang dapat menyelamatkan manusia dari segala keresahan. Oleh karena itu orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wara’ lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu ahli ibadah tapi bodoh.

Belajar Ilmu Akhlaq

(والعلم وسيلة إلى معرفة: الكبر، والتواضع، والألفة، والعفة، والأسراف، والتقتير، وغيرها)، وكذلك فى سائر الأخلاق نحو الجود، والبخل، والجبن، والجراءة. فإن الكبر، والبخل، والجبن، والإسراف حرام، ولايمكن التحرز عنها إلا بعلمها، وعلم ما يضادها، فيفترض على كل إنسان علمها.

Setiap orang islam juga wajib mengetahui/mempelajari akhlak yang terpuji dan yang tercela, seperti watak murah hati, kikir, penakut, pemberani, merendah diri, congkak, menjaga diri dari keburukan, israf (berlebihan), bakhil terlalu hemat dan sebagainya. Sifat sombong, kikir, penakut, israf hukumnya haram. Dan tidak mungkin bisa terhindar dari sifat-sifat itu tanpa mengetahui kriteria sifat-sifat tersebut serta mengetahui cara menghilangkannya. Oleh karena itu orang islam wajib mengetahuinya.

وقد صنف السيد الإمام الأجل الأستاذ الشهيد ناصر الدين أبو القاسم كتابا فى الأخلاق ونعم ما صنف، فيجب على كل مسلم حفظها.

Asy-Syahid Nasyiruddin telah menyusun kitab yang membahas tentang akhlak. Kitab tersebut sangat bermutu, dan perlu dibaca. Karena setiap orang wajib memelihara akhlaknya.

Ilmu Yang Fardu Kifayah dan Yang Haram dipelajari.

وأما حفظ ما يقع فى الأحايين ففرض على سبيل الكفاية، إذا قام البعض فى بلدة سقط عن الباقين، فإن لم يكن فى البلدة من يقوم به اشتركوا جميعا فى المأثم، فيجب على الإمام أن يأمرهم بذلك، ويجبر أهل البلدة على ذلك.

Adapun mempelajari amalan agama yang dikerjakan pada saat tertentu seperti shalat zenajah dan lain-lain, itu hukumnya fardhu kifayah. Jika di suatu tempat/daerah sudah ada orang yang mempelajari ilmu tersebut, maka yang lain bebas dari kewajiban. Tapi bila di suatu daerah tak ada seorangpun yang mempelajarinya maka seluruh daerah itu berdosa. Oleh karena itu pemerintah wajib memerintahkan kepada rakyatnya supaya belajar ilmu yang hukumnya fardhu kifayah tersebut. Pemerintah berhak memaksa mereka untuk mereka untuk melaksanakannya.

قيل: إن العلم ما يقع على نفسه فى جميع الأحوال بمنزلة الطعام لابد لكل واحد من ذلك.

وعلم ما يقع فى الأحايين بمنزلة الدواء يحتاج إليه (فى بعض الأوقات).

Dikatakan bahwa mengetahui/mempelajari amalan ibadah yang hukumnya fardhu ain itu ibarat makanan yang di butuhkan setiap orang. Sedangkan mempelajari amalan yang hukumnya fardhu kifayah, itu ibarat obat, yang mana tidak dibutuhkan oleh setiap orang, dan penggunaannya pun pada waktu-waktu tertentu.

وعلم النجوم بمنزلة المرض، فتعلمه حرام، لأنه يضر ولاينفع، والهرب عن قضاء الله تعالى وقدره غير ممكن.

Sedangkan mempelajari ilmu nujum itu hukumnya haram, karena ia diibaratkan penyakit yang sangat membahayakan. Dan mempelajari ilmu nujum itu hanyalah sia-sia belaka, karena ia tidak bisa menyelamatkan seseorang dari taqdir Tuhan.

فينبغى لكل مسلم أن يشتغل فى جميع أوقاته بذكر الله تعالى والدعاء، والتضرع، وقراءة القرآن، والصدقات [الدافعة للبلاء] [والصلاة] ، ويسأل الله تعالى العفو والعافية فى الدين والآخرة ليصون الله عنه تعالى البلاء والآفات، فإن من رزق الدعاء لم يحرم الإجابة. فإن كان البلاء مقدرا يصيبه لامحالة، ولكن يبر الله عليه ويرزقه الصبر ببركة الدعاء.

Oleh karena itu, setiap orang islam wajib mengisi seluruh waktunya dengan berzikir kepada Allah, berdo’a, memohon seraya merendahkan diri kepadaNya, membaca Al-Qur’an,dan bersedekah supaya terhindar dari mara bahaya.

اللهم إذا تعلم من النجوم قدرما يعرف به القبلة، وأوقات الصلاة فيجوز ذلك

Boleh mempelajari ilmu nujum (ilmu falaq) untuk mengetahui arah kiblat, dan waktu-waktu shalat.

وأما تعلم علم الطب فيجوز، لأنه سبب من الأسباب فيجوز تعلمه كسائر الأسباب. وقد تداوى النبى عليه السلام،

Boleh pula mempelajari ilmu kedokteran, karena ia merupakan usaha penyembuhan yang tidak ada hubungannya dengan sihir, jimat, tenung dan lain-lainnya.
Karena Nabi juga pernah berobat.

وقد حكى عن الشافعى رحمة الله عليه أنه قال: العلم علمان: علم الفقه للأديان، وعلم الطب للأبدان، وما وراء ذلك بلغة مجلس.

Imam Syafi’I rahimahullah berkata, “ilmu itu ada dua, yaitu ilmu piqih untuk mengetahui hukum agama, dan ilmu kedokteran untuk memelihara badan.”

Definisi Ilmu.

وأما تفسير العلم: فهو صفة يتجلى بها المذكور لمن قامت هى به كما هو. والفقه: معرفة دقائق العلم مع نوع علاج. قال أبو حنيفة رحمة الله عليه: الفقه معرفة النفس ما لها وما عليها. وقال: ما العلم إلا للعمل به، والعمل به ترك العاجل الآجل.

Ilmu ditafsiri dengan : Sifat yang dimiliki seseorang, maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya. Fiqih adalah: Pengetahuan tentang kelembutan-kelebutan ilmu. Ujar Abu Hanifah : Fiqih adalah pengetahuan tentang hal-hal yang berguna, yang berbahaya bagi diri seseorang. Ujarnya lagi : Ilmu itu hanya untuk diamalkannya, sedang mengamalkan di sini berarti meninggalkan orientasi demi akhirat.

فينبغى للإنسان أن لايغفل عن نفسه، ما ينفعها وما يضرها، فى أولها وآخرها، ويستجلب ما ينفعها ويجتنب عما يضرها، كى لايكون عقله وعمله حجة فيزداد عقوبة، نعوذ بالله من سخطه وعقوبه.

Maka seyogyanya manusia jangan sampai lengah diri dari hal-hal yang bermanfaat dan berbahaya di dunia dan akhirat. Dengan demikian dia akan mengambil mana yang bermanfaat dan menjauhi mana yang berbahaya, agar supaya baik akal dan ilmunya tidak menjadi beban pemberat atas dirinya dan menambah siksanya. Kita berlindung kepada allah dari murka dan siksanya.

وقد ورد فى مناقب العلم وفضائله، آيات وأخبار صحيحة مشهورة لم نشتغل بذكرها كى لايطول الكتاب.

Dalam masalah kebaikan keistimewaan dan keutaman ilmu itu, banyaklah ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis shahih dan masyhur yang mengemukakannya. Namun kali ini tidak kami kedepankan, agarlah uraian kitab ini tidak terlalu berkepanjangan.

فصل

فى النية فى حال التعلم

Semoga Bermanfaat...

Majelis Nuruz Zholam

Selasa, 19 April 2016

KISAH IMAM SYAFI'I DAN PUTRINYA IMAM AHMAD BIN HAMBAL

KISAH IMAM SYAFI'I DAN PUTRINYA IMAM AHMAD BIN HAMBAL


زار الإمام الشافعي رحمه الله تعالى الإمام أحمد بن حنبل ذات يوم في داره ، وكانت للإمام أحمد ابنة صالحة تقوم الليل وتصوم النهار وتحب أخبار الصالحين والأخيار ، وتود أن ترى الشافعي لتعظيم أبيها له ، فلما زارهم الشافعي فرحت البنت بذلك ، طمعاً أن ترى أفعاله وتسمع مقاله .

Suatu hari Imam Syafi'i -semoga Allah merahmatinya- berkunjung kerumah Imam Ahmad bin Hambal.
Imam Ahmad mempunyai seorang putri yg sholihah, kalo malam beribadah, siang berpuasa dan menyukai kisah orang2 sholih dan pilihan.
Putri beliau ini ingin sekali melihat lmam Syafi'i secara langsung sebab sang ayah sangat menghormatinya.
Ketika Imam Syafi'i berkunjung kerumah mereka, sang putri merasa sangat senang dan berharap bisa melihat apa saja yang di kerjakan imam Syafi'i serta mendengar ucapan2nya.

وبعدما تناول طعام العشاء قام الإمام أحمد إلى صلاته وذكره ، والإمام الشافعي مستلقٍ على ظهره ، والبنت ترقبه إلى الفجر ، وفي الصباح قالت بنت الإمام أحمد لأبيها :
يا أبتاه ... أهذا هو الشافعي الذي كنت تحدثني عنه ؟
قال : نعم يا ابنتي .

Setelah selesai makan malam bersama, Imam Ahmad menuju tempat sholat untuk melakukan sholat dan dzikir, Imam Syafi'i tiduran terlentang, sedangkan sang putri selalu mengawasi Imam Syafi'i sampai fajar.
Di pagi hari, sang putri berkata kepada ayahnya :
" wahai ayahku...Apakah benar dia ini Imam Syafi'i yg engkau ceritakan padaku dulu ? "
Imam Ahmad : " benar anakku .."

فقالت : سمعتك تعظم الشافعي وما رأيت له هذه الليلة .. لا صلاة ولا ذكراٍ ولا ورداً؟
وقد لا حظت عليه ثلاثة أمور عجيبة ، قال : وما هي يا بنية ؟
قالت : أنه عندما قدمنا له الطعام أكل كثيراً على خلاف ما سمعته عنه ، وعندما دخل الغرفة لم يقم ليصلي قيام الليل ، وعندما صلى بنا الفجر صلى من غير أن يتوضأ .

Putri : " aku mendengar bahwa engkau menghormati Imam Syafi'i, tapi apa yg aku lihat tadi malam dia...tdk sholat, tidak dzikir tidak pula wirid ?
dan aku juga melihat ada 3 hal yg aneh "

Imam Ahmad : " apa saja 3 hal itu, wahai annaku ? "
Putri : " ketika kita sajikan makanan kepada Imam Syafi'i, dia makan banyak sekali dan ini berbeda dengan yg ku dengar,
ketika masuk kamar, dia tidak beribadah sholat malam, dan ketika sholat subuh bersama kita, dia sholat tanpa wudlu ."

فلما طلع النهار وجلسا للحديث ذكر الإمام أحمد لضيفه الإمام الشافعي ما لاحظته ابنته ، فقال الإمام الشافعي رحمه الله :
يا أبا محمد لقد أكلت كثيراً لأنني أعلم أن طعامك من حلال ، وأنك كريم وطعام الكريم دواء ، وطعام البخيل داء ، وما أكلت لأشبع وإنما لأتداوى بطعامك ، وأما أنني لم أقم الليل فلأنني عندما وضعت رأسي لأنام نظرت كأن أمامي الكتاب والسنة ففتح الله عليّ باثنتين وسبعين مسألة من علوم الفقه رتبتها في منافع المسلمين ، فحال التفكير بها بيني وبين قيام الليل ،

Ketika agak siang dan mereka berbincang2, Imam Ahmad berkata kepada Imam Syafi'i tentang apa yang dilihat oleh putrinya, lalu Imam Syafi'i -semoga Allah merahmatinya- berkata :
" wahai aba Muhammad , aku memang semalam banyak makan karena aku tahu bahwa makananmu adalah halal dan engkau adalah orang mulia sedangkan makan orang mulia adalah obat, kalau makanan orang bakhil adalah penyakit, jadi, aku makan bukan untuk kenyang tapi untuk berobat dengan makananmu.
adapun semalam aku tidak sholat malam, hal itu dikarenakan ketika aku melatakkan kepalaku utk tidur, aku melihat seolah olah al qur'an dan hadits berada di depanku, kemudian Allah membukakan kepadaku 72 masalah ilmu fiqih yg kususun untuk kemaslahatan muslimin, maka memikirkan ilmu inilah yang menghalangi antara diriku dan sholat malam.

وأما أنني صليت بكم الفجر بغير وضوء ، فوالله ما نامت عيني حتى أجدد الوضوء . لقد بقيت طوال الليل يقظاناً ، فصليت بكم الفجر بوضوء العشاء . ثم ودّعه ومضى .
فقال الإمام أحمد لابنته : هذا الذي عمله الشافعي الليلة وهو نائم ( أي مستلقٍ ) أفضل مما عملته وأنا قائم .

Adapun ketika sholat subuh bersama kalian aku tidak wudhlu, maka demi Allah tidaklah kedua mataku tertidur hingga aku butuh memperbaharui wudhlu.
semalam suntuk aku terjaga, jadi aku sholat subuh bersama kalian dengan wudhu sholat Isya' ."

Kemudian Imam Syafi'i berpamitan dan pulang.
Imam Ahamd berkata kepada putrinya :
" yang di kerjakan oleh oleh Imam Syafi'i semalam dalam keadaan tiduran, lebih utama daripada apa yang kukerjakan sambil sholat malam ."

------------------------------------------------------------------

 Imam Nawawi dalam kitab Al Majmu' menukil Dawuhnya Imam Syafi'i :

قَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ : طَلَبُ الْعِلْمِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ النَّافِلَةِ ، وَقَالَ : لَيْسَ بَعْدَ الْفَرَائِضِ أَفْضَلُ مِنْ طَلَبِ الْعِلْمِ

Imam Syafi'i - semoga Allah merahmatinya- berkata :
" Mencari ilmu lebih utama daripada sholat sunnah, Setelah ibadah2 fardhu tidak ada yg lebih utama daripada mencari Ilmu ."

wallohu a'lam.

Senin, 18 April 2016

SAYYIDUS SHALAWAT

SAYYIDUS SHALAWAT

          Langit yang gelap - gulita diselimuti malam, tiba-tiba terang oleh cahaya dari segala penjuru. Dan nan jauh di sana, sesosok insan yang telah memenuhi hari-harinya selama 30 tahun hanya beribadah kepada Allah SWT.

Menerima  suhuf dari cahaya yang di dalamnya terbentang rangkaian kata dari cahaya pula membentuk sebuah doa yang akan menjadi pelebur dosa-dosa umat manusia di akhir zaman.

Dengan ribuan malaikat sebagai pengiring dan pembawanya, untuk di anugerahkan kepada salah seorang cucu manusia paling sempurna di muka bumi, cucu tercinta nabi dan kekasih Allah SWT. Yaitu Sayyid Muhammad Al- Baqir.

         Setelah sekian lama dalam masa 30 tahun beliau berkhalwat dan hanya beribadah kepada sang Khalik, akhirnya di anugerahkan kepadanya kalimat doa berbentuk shalawat yang merupakan inti sari dari seluruh shalawat yang pernah ada di jagat raya, Shalawat Fatih.

        Shalawat Fatih juga diterima langsung oleh Sayyid Syaikh Ahmad bin Muhammad Al- Tijani dari Rasulullah dalam keadaan jaga, bukan dalam mimpi, ketika beliau berusia 30 tahun.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .
Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammaddinil Fatihi Lima Ughliqo Wal Khotimi Lima Sabaqo, Nashiril Haqqi Bil Haqqi Wal Hadi Ila Shirotikal Mustaqim Wa Ala Alihi Haqqo Qodrihi Wa Miq Darihil Adzim.

Artinya: “ Ya Allah berikanlah shalawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung ”.

         Di antaranya beliau menuturkan, bahwa satu kali Shalawat Fatih yang dibaca dengan ikhlas akan menjadi penebus dari neraka. Dan Beliau R.A berkata :"Apabila seseorang membaca satu Shalawat Fatih kemudian tidak masul ke dalam surga, maka campakkan aku ke hadapan  Allah SWT." Hal serupa juga dijanjikan oleh oleh Syaikh Mansyur:"Apabila ternyata orang yang membaca satu kali Shalawat Fatih yang penuh berkah ini masuk neraka, maka hendaklah dia mencampakkan dan memprotes diriku di hadapan Allah SWT."

         Membicarakan keutamaan - keutamaan Shalawat Fatih memang tidak akan ada habisnya. Bahkan jika lautan dijadikan tinta,seluruh kertas di muka bumi dijadikan lembaran untuk menuliskan keutamaannya, tidak akan pernah cukup. Karena hal tersebut sama dengan mencoba menyelam dalam samudera ilmu Allah SWT.

          Rasulullah SAW pernah menyampaikan kepada syaikh Ahmad Al-Tijani, bahwa pada permulaannya satu kali Shalwat Fatih sama nilainya dengan 600.000 kali shalawat biasa. Kemudian terjadilah dialog antara Syaikh Ahmad yang bertanya lebih lanjut kepada Rasulullah SAW. Mengenai keutamaan Shalawat Fatih." Ya Rasulullah, apakah dari nilai 600.000 tersebut seperti shalawat yang dibaca sendiri ?"

         Rasulullah SAW menjawab:" Ya betul. Dari satu Shalawat Fatih yang nilainya sama dengan 600.000 shalawat, tetap akan memperoleh pahala yang telah dijanjikan dari tiap-tiap Shalawat."Ya Rasulullah, apakah dari tiap shalawat  tersebut Allah SWT, akan menciptakan malaikat berbentuk burung sebagaimana janji yang telah disabdakan dalam hadis, bahwa dari tiap shalawat akan tercipta malaikat burung dengan 70.000 sayap. Ataukah dari satu kali Shlawat Fatih akan tercipta 600.000 malaikat burung sesuai dengan sifat-sifatnya. Di mana pahala tasbih yanh diucapkan malaikat-malaikat tersebut  akan diberikan kepada orang yang telah membaca Shlawat. Rasulullah SAW bersabda:"Dari satu Shalawat Fatih  Allah akan menciptakan 600.000 malaikat burung sesuai sifat-sifatnya."

         Syaikh ahmad Al- Tijani menuturkan, bahwa satu  malaikat burung memiliki 70.000 sayap dan mulut yang berjumlah 1 juta biliun  dan ditambah 680 ribu biliun ditambah 700 ribu triliun. Dan dari setiap mulut akan bertasbih mensucikan Allah SWT.

Dengan 70.000 bahasa dalam hitungan detik. Dan pahalanya akan dianugerahkan bagi oranh yang telah membaca tiap satu shalawat, di luar shalawat Fatih. Adapun untuk satu kali Shalawat Fatih Allah akan menciptakan 600.000 malaikat burung sesuai sifat-sifat di atas. Maha suci allah yang telah mengutamakan sebagai hamba-hamba-Nya di atas yang lain.

         Di kecualikan bahwa satu Shalawat Fatih sama nilainya dengan 600.000 shalawat biasa, satu shalawat fatih juga sama seperti 600.000 shalawat yang telah dibaca oleh tiap malaikat, manusia, dan jin sejak permulaan mereka diciptakan Allah SWT. Sampai batas waktu seseorang berdzikir Shalawat Fatih. Demikian terus-menerus sesuai jumlah Shalawat Fatih yang dibaca. Dengan menisbatkan bacaan yang pertama sebagai bagian dari yang kedua dan seterusnya, sehingga orang yang berdzikir berhenti atau meninggal dunia. Adapun selain malaikat,  manusia, dan jin dari makhluk-makhluk Allah yang lain per satu shalawat akan dinilai 6.000 shalawat mereka, baik berbentuk doa- doa atau pun dzikir.

         Menurut Syaikh Ahmad R.A. pahala-pahala tersebut akan terus bertambah dari 600.000 menjadi 1.200.000 dan menjadi 1.800.000 dan begitu seterusnya sejak seseorang memulai berdzikir shalawat Fatih. Yaitu terhitung mulai dia diberikan izin oleh Syaikh Ahmad R.A . Dalam tarekatnya. Bersama dengan adanya keyakinan kuat bahwa Shalawat Fatih bukanlah karangan Sayyid Muhammad Al-Baqir R.A atau seseorang karena ilmunya, melainkan meyakini betul bahwa Shalawat Fatih adalah Firman Allah SWT. Jika demikian halnya, maka dia akan memperoleh kelipatan pahala yang dijanjikan. Bukan hanya dalam setiap kali bacaan, bahkan dalam tiap tarikan nafasnya.

         Setiap tarikan nafasnya orang yang berdzikir akan dinilai 600.000 dari tiap zikir yang ada di alam semesta. Dan ini berlaku tanpa ada batas.

        Di samping itu allah juga akan melipat gandakan dan memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali sebagaimana dipahami. Allah senantiasa menganugerahkan untuk hamba-hamba Nya yang dicintai.

 Juga akan mendapatkan balasan shalawat dari Sayyidul Wujud Rasulullah SAW Sepuluh kali. Diampuni seluruh dosa-dosanya baik yang besar ataupun yang kecil. Dan anugerah-anugerah lain yang akan diberikan Allah SWT tanpa dapat dihitung seperti titik air di samudera.

       Fadlilah Shalawat Fatih lainnya yang ditanyakan syaikh Ahmad R.A kepada Rasulullah SAW ketika beliau diperintahkan untuk mengamalkannya adalah bahwa satu kali Shalawat Fatih menyamai 6 kali khatam Al-Quran.

Menyamai seluruh tasbih yang terjadi di seluruh jagat raya,seluruh zikir dan doa-doa dan 6.000 Al-Quran. Dengan alasan karena Al-Quran termasuk dalam cakup zikir yg dibaca.

       Seseorang yang melanggengkan membaca Shalawat Fatih,selain seluruh dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah SWT baginya juga akan meninggal dalam khusnul khatimah dengan membawa islam dan iman.

          Islam adalah satu-satunya agama yang akan diterima di sisi Allah SWT. Sebagai anugerah saat menjelang maut sebelum menyongsong kehidupan lain yg di sana mempunyai dua kemungkinan : alam yang terang oleh pancaran cahaya ataukah alam yang gelap gulita.

          Syaikh Ahmad R.A juga menuturkan bahwa berkah dan tsawwab seseorang yang senantiasa membaca shalawat atas Rasulullah SAW. Akan mengalir sampai kepada anak cucunya. Dan Shalawat Fatih adalah salah satu jaminan untuk memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat bagi yang melanggengkannya. Perkataan "langgeng" ini pun diartikan oleh beliau sebagai membaca Shalawat Fatih satu kali setiap harinya. Maka dia akan meninggal dengan membawa iman secara pasti.

         Bagi seseorang yg ingin berjumpa dengan Rasulullah SAW. Hendaknya membaca Shalawat Fatih 1.000 kali pada malam kamis, atau jumat atau senin. Dengan terlebih dahulu melakukan shalat hajat 4 rakaat yang dijadikan 2 kali salam. Pada rakaat pertama setelah Fatiha membaca Surah Al-Qadr 3 kali. Pada rakaat keduanya membaca surah Al-Zalzalah 3 kali. Pada rakaat keduanya membaca surah Al-Kafirun. Dan pada rakaat keempat membaca surah Al-Mu'awwidzatain 3 kali. Maka sesungguhnya dia telah berkumpul dengan Rasulullah SAW.

         Untuk memperoleh anugerah-anugerah pahala tersebut seseorang harus terlebih dahulu memperhatikan beberapa kriteria yang mesti dilakukan,  antara lain :

1.  Ada izin dari syeikh Ahmad R.A. ataupun Wasilahnya/ muqaddamnya dalam tarekat.

2. Meyakini bahwa Shalawat Fatih adalah Firman Allah / Kalamullah yang datang dari Hadlratul Qudsiyyah, Allah Yang Maha Suci.

3. Menghadirkan diri di hadapan Allah.

4. Meresapi makna yang terkandung dalam hati.

5. Meyakini bahwa Allah akan membalas tiap Shalawat yang disjmpaikan kepada Nabi Muhammad SAW.

6. Meyakini Rasulullah sebagai manusia paripurna sebagai A'innya zat, sirr-nya dan sirr-nya seluruh yang wujud.

7. Meyakini Allah itu lebih dekat daripada urat lehernya sendiri.

8. Menghadirkan lafal shalawat.

9. Adanya keinginan yang kuat di dalam jiwa.

10. Niat untuk mengagungkan Allah SWT dan Rasul-Nya tidak karena yang lain
   
       Apabila dalam membaca shalawat seseorang telah mengekspresikan dan berniat demikian, maka satu shalawatnya yang telah melekat dalam jiwa nilainya sebanding dengan 100.000 kali. Dan pahalanya akan diperuntukkan baginya,serta dihapus seluruh dosa-dosanya.

       Sebegitu hebatnyakah keutamaan membaca shalawat ?

Sesungguhnya ini belum seberapa yang dituangkan. Masih bermiliar-miliar lagi fadhilah/ keutamaan/ keagungan membaca shalawat, khususnya shalawat fatih.

         Betapapun mesti kita akui, shalawat merupakan salah satu perintah Allah SWT kepada umat manusia yang beriman kepada-Nya. Bahkan tidak ada satu perintah pun di dalam Al-Quran atau hadis yang sebelumnya didahului dengan pemberitaan, bahwa Allah SWT mengerjakan perintah itu, kecuali perintah bershalawat. Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

" Sesungguhnya Allah dan malaikat - malaikat- Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang - orang yang beriman!   Bershalawatlah kalian kepadanya dan ucapkanlah salam ksesejahteraan ke padanya ( QS Al- Ahzaja [33]:56).

WALLAHU A'LAM

Senin, 11 April 2016

TEMAN

TEMAN


Jika engkau berteman dengan para pecinta dunia, mereka akan menyeretmu untuk mencintai dunia. Jika engkau berteman dengan para pecinta Akhirat, maka mereka akan membawamu untuk mencintai Allah swt. Rasulullah saw bersabda

يحشر المرء على دين خليله, فلينظر أحد كم من يخالل

Seseorang akan dikumpulkan sesuai dengan agama temannya, oleh karena itu, setiap orang dari kalian hendaknya memperhatikan siapa yang ia jadikan sebagai teman.( HR. tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dengan matan berbeda ).

Sebagaimana ketika akan makan engkau memilih makanan yang enak dan tidak berbahaya dan juga ketika akan menikah kau pilih wanita cantik, maka ketika akan berteman pilihlah orang yang dapat menunjukkan kepadamu jalan menuju keridhaan Allah Subhaanahu wa Ta'alaa.

Ketahuilah, sesungguhnya kamu memiliki tiga teman :

1. Harta, ia akan meninggalkanmu saat kau mati.


2. Keluarga, mereka akan meninggalkanmu sendirian di dalam kubur.


3. Amal, ia tidak akan pernah meninggalkanmu.

Oleh karena itu, pilihlah teman yang tidak akan meninggalkanmu sendirian di dalam kubur dan akan selalu menghiburmu ( yaitu amal shaleh ).

Jumat, 08 April 2016

BANGUN TIDUR PAGI MIKIRIN APA ?

BANGUN TIDUR PAGI MIKIRIN APA ?

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya dunia yang dipikirkan, hingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan penyakit:

1. Kebingungan yang tiada putusnya,
2. Kesibukan yang tidak ada ujungnya,
3. Kebutuhan yang tidak terpenuhi,
4. keinginan yang tidak tercapai”.
( HR. Ath Thabrani).

Karenanya tidak heran, jika dipagi hari yang cerah ini, banyak orang bingung, resah, gelisah, takut & berbagai penyakit dunia lainnya, karena pikirannya hanya untuk dunia

Solusinya :

Mulailah pagi hari kita dengan menjaga hak Allah & bersyukur karena Allah masih memberi umur dan kesempatan utk hidup sehingga Allah akan menjaga dunia kita.

Rasulullah bersabda :

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim).

"Barangsiapa yg shalat subuh maka dia berada dlm jaminan Allah ”
(HR. Muslim).

Lalu tutup pagi kita dgn Shalat Dhuha, bersedekah utk 360 persendianmu, maka Allah akn mencukupi kita hingga sore hari.

Allah ta’ala berfirman dalam hadits Qudsi:

"Wahai anak Adam, jangan-lah engkau tinggalkan 4 raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad ),

Betapa tenang dan damainya pagi hari jika kita mulai dg memelihara hak Allah.

Semoga Bermanfaat.

Sabtu, 12 Maret 2016

25 AKHLAK BURUK YANG HARUS DIHINDARI :

25 AKHLAK BURUK YANG HARUS DIHINDARI :

1. Suka berkata kasar.

2. Berwajah masam dan dahi yang berkerut.

3. Mudah marah tanpa sebab yang dibenarkan oleh agama.

4. Berlebih-lebihan dalam mencela dan menjelek-jelekan.

5. Sifat Angkuh.

6. Mengejek orang lain.

7. Memanggil dengan panggilan dan gelar yang buruk.

8. Menggosip dan membicarakan aib orang lain, lupa terhadap aibnya sendiri.

9. Suka mengadu domba (memfitnah).

10. Menyebarkan berita yang tidak diketahui kebenaran tanpa mengecek terlebih dahulu, padahal dia mampu melakukan itu.

11. Suka Menyelidiki Aib orang dan mencari informasi yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya.

12. Suka bermuka dua dihadapan manusia.

13. Suka berprasangka buruk (Su'udzhan) tanpa alasan yang dibenarkan oleh agama.

14. Suka menyebarluaskan rahasia yang seharusnya dia jaga.

15. Tidak mau menerima alasan orang lain yang berbuat salah kepadanya.

16. Saling menjauhi dan menjaga jarak dengan saudaranya tanpa sebab yang jelas.

17. Suka Hasad dan Dengki.

18. Meladeni orang-orang pandir lagi jelek.

19. Kurangnya rasa malu.

20. Kikir.

21. Suka menyebut-nyebut pemberian.

22. Melanggar janji.

23. Suka berdusta.

24. Terlalu bercanda berlebih-lebihan diluar batas agama.

25. Sombong karena nasab yang tinggi.
Semoga kita dijauhkan dari akhlak yang buruk

Aamiin ya rabbalalamiin ..

Rabu, 09 Maret 2016

HUKUM SHALAT BAGI WANITA YANG MENGALAMI KEGUGURAN

Hukum Shalat Wanita yang Mengalami Keguguran


Terkait status darah keguguran yang dialami wanita, para ulama memberikan rincian sebagai berikut:

Pertama, keguguran terjadi ketika janin berada pada dua fase pertama, yaitu fase nutfah yang masih bercampur dengan mani, berlangsung selama 40 hari pertama dan fase ‘alaqah, yaitu segumpal darah yang berlangsung selama 40 hari kedua. Sehingga total dua fase ini berjalan selama 80 hari.

Apabila terjadi keguguran pada dua fase ini, ulama sepakat bahwa status darah keguguran tidak dihukumi sebagai darah nifas. Para ulama menghukumi darah ini sebagai darah istihadhah. Sehingga hukum yang berlaku untuk wanita ini sama dengan wanita suci yang sedang mengalami istihadhah, sehingga tetap wajib shalat, puasa, dst. Dan setiap kali waktu shalat, wanita ini disyariatkan untuk membersihkan darahnya dan berwudhu. Jika ada darah yang keluar di tengah shalat, tetap dilanjutkan dan status shalatnya sah, serta tidak perlu diulang.

Kedua, keguguran terjadi pada fase ketiga, yaitu fase mudhghah, dalam bentuk gumpalan daging. Pada fase ini, mulai terjadi pembentukan anggota badan, bentuk, wajah, dst. Fase ini berjalan sejak usia 81 hari sampai 120 hari masa kehamilan.

Jika terjadi keguguran pada fase ini, ulama merinci menjadi dua:

Janin belum terbentuk seperti layaknya manusia. Pembentukan anggota badan masih sangat tidak jelas. Hukum keguguran dengan model janin semacam ini, statusnya sama dengan keguguran di fase pertama. Artinya, status wanita tersebut dihukumi sebagai wanita mustahadhah.
Janin sudah terbentuk seperti layaknya manusia, sudah ada anggota badan yang terbentuk, dan secara dzahir seperti prototype manusia kecil. Status keguguran dengan model janin semacam ini dihukumi sebagaimana wanita nifas. Sehingga berlaku semua hukum nifas untuk wanita ini.
Oleh karena itu, jika mengalami keguguran pada usia 81 sampai 120 hari, untuk memastikan apakah statusnya nifas ataukah bukan, ini perlu dikonsultasikan ke dokter terkait, mengenai bentuk janinnya.

Ketiga, ketika keguguran terjadi di fase keempat, yaitu fase setelah ditiupkannya ruh ke janin. Ini terjadi di usia kehamilan mulai 121 hari atau masuk bulan kelima kehamilan. Jika terjadi keguguran pada fase ini, ulama sepakat wanita tersebut statusnya sebagaimana layaknya wanita nifas.

BERSYUKURLAH JIKA ADA YANG DENGKI KEPADAMU

BERSYUKURLAH JIKA ADA YANG DENGKI KEPADAMU

Syekh Mutawalli Assya'rowi beliau menasehatkan:

"Jika engkau tidak mendapatkan orang yang dengki kepadamu , maka ketahuilah sesungguhnya engkau adalah manusia yang gagal"

Dan dikisahkan pula seorang guru yang terkenal bijaksana pernah mendoakan murid kesayangannya dengan lafadz doa yang sangat mengagetkan

اللهم اكثر حسادك

Semoga Allah menjadikan banyak orang mendengki kepadamu.

Maka muridnya pun terkaget, namun tidak berani berkata apapun dihadapan gurunya.

Sang Guru yang menyaksikan muridnya terkaget lalu mengatakan : " Ketika banyak orang yang hasad (dengki) kepadamu, maka berarti hidupmu telah penuh dengan kenikmatan. Tahukah engkau, hanya pohon kurma yang berbuahlah yang mendapatkan lemparan."

Seketika itu muridnya langsung bisa memahami maksud dari doa Sang Guru yang bijak.

Telah menjadi sebuah rumus kehidupan

كل ذي نعمة محسود

Setiap orang yang mendapatkan nikmat pasti ada pendengkinya.

Semakin berhasil dan mencapai puncak, semakin kencang hembusan angin namun sedikit yang bisa bertahan dan banyak yang tumbang diterpa angin.

Allah sendiri dalam surat Al Falaq mengajak kita untuk berdoa memohon perlindungan dari kejahatan orang yang hasad.

Salah satu bentuk jahatnya hasad, orang yang hasad tidak ingin naik menyamaimu akan tetapi ia mau engkau yang turun agar engkau sama rendah seperti dirinya. Jika engkau telah turun sama rendah dengan dirinya barulah ia puas dan bahagia.

Seperti hasadnya Iblis, ia bukan mau meningkatkan dirinya seperti Adam, akan tetapi ia mau Adam untuk rendah terhina seperti dirinya di dalam neraka jahannam.

Karena begitu jahatnya hasad, iblis belum puas hanya dengan Adam, bahkan ia bercita-cita agar seuruh anak keturunan Adam (termasuk saya dan anda sekalian) juga bersamanya dibakar di neraka.

Semoga Allah memperbanyak kenikmatan kita dan menjauhkan kita dari kejahatan para pendengki.

Amiin Yaa Robbal 'Alamin.

Senin, 07 Maret 2016

HUKUM BERPAKAIAN KETAT BAGI PEREMPUAN

HUKUM BERPAKAIAN KETAT BAGI PEREMPUAN



Pakaian Ketat Wanita

Deskripsi Masalah : Gaya dan mode pakaian dewasa ini menjamur hingga mempengaruhi gaya berpakaian wanita muslimah. Mulai dari celana legging yang ketat sehingga membentuk (maaf) underwear hingga kaos transparan yang jelas-jelas menunjukkan ukuran bra seseorang. Parahnya, di atas kepala menutup rambutnya ada sehelai kain yang dililitkan ke leher sehingga seringkali kalung dan anting-antingnya terlihat.

Pertanyaan : Bagaimana hukumnya berpakaian ketat bagi seorang perempuan?

Jawab : Hukumnya haram, karena bisa menimbulkan fitnah, kecuali dihadapan suaminya atau mahramnya saja. Dasar Hukum :

Lihat Al-Fatawa Hal 918 :

وعبارته: سؤال, ماحكم ملابس الضيقة عند النساء وعند المحارم؟

الفتوي: لبس الملابس الضيقة التي تباين مفاتن المرأة و تبرز ما فيه الفتنة محرم لان النبي صلي الله عليه وسلم قال: صفان من اهل النار لم ارهما بعد رجال معهم سياط كاذناب البقر يضربون بها الناس _ يعني ظلما وعدوانا_ ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات: فقد فسر قوله كاسيات عاريات بأنهن يلبسن اللبسة قصيرة لا تستر مايجب ستره من العورة وفسر بأنهن يلبسن اللبسة تكون خفيفة لاتمنع من رؤية ما ورائها من بشرة المرآة وفسرة بأن يلبسن ملابس ضيقة فهي ساترة عن الرؤية لكنها مبدية لمفاتر المرآة وعلي هذا فلايجوز للمرآة أن تلبس هذه الملابس الضيقة الا لمن يجوز لها ابداء عورتها عندخ وهو الزوج فإنه ليس بين الزوج والزوجته عورة: لقوله تعالي والذين هم لفروجهم حافظيون إلا علي أزواجهم او ما ملكت ايمانهم فإنهم غير ملوين




AURAT WANITA

و منها : المرأة في العورة لها أحوال : حالة مع الزوج : و لا عورة بينهما و في الفرج وجه و حالة مع الأجانب : و عورتها كل البدن حتى الوجه و الكفين في الأصح و حالة مع المحارم و النساء : و عورتها ما بين السرة و الركبة و حالة في الصلاة :

و عورتها كل البدن إلا الوجه و الكفين و صرح الإمام في النهاية : بأن الذي يجب ستره منها في الخلوة هي العورة الصغرى و هو المستور من عورة الرجل

1.Bersama suami : Tiada batasan aurat baginya saat bersama suami, semua bebas terbuka kecuali bagian FARJI (alat kelamin wanita) yang terjadi perbedaan pendapat di antara Ulama

2.Bersama lelaki lain : Menurut pendapat yang paling shahih seluruh tubuhnya hingga wajah dan kedua telapak tangannya, menurut pendapat yang lain wajah dan telapaknya boleh terbuka

3.Bersama lelaki mahramnya dan sesama wanita : Auratnya diantara pusar dan lutut

4.Di dalam sholat : Seluruh tubuh menjadi auratnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya

5.Saat sendiri : Menurut Imam Romli dalam Kitab Nihaayah al-Muhtaaj aurat wanita saat sendiri adalah 'aurat kecil' yaitu aurat yang wajib ditutup oleh seorang lelaki (antara pusar dan lutut). [ Asybaah wa An-Nadhooir I/410 ].

Bahkan menurut keterangan dalam kitab Busyral Karim saat rambut itu sudah terpotong dari anggauta badan pun, bila masih dikenali itu milik wanita tetap dikatakan aurat dan haram untuk dilihat oleh orang laki-laki...

وتطلق ( العورة ) شرعا ما يحرم نظره وهو جميع بدن المرأة ولو أمة وإن انفصل كشعرها المبان فان ذلك يحرم نظره على الرجال وجميع بدن الرجل فانه يحرم نظره على النساء ويذكرون هذا في النكاح، وعلى ما يجب ستره في الصلاة. بشرى الكريم 1/92

Dalam bab Nikah Aurat adalah sesuatu yang haram dilihat. Aurat perempuan adalah semua badan sekalipun terpisah dari tubuhnya seperti rambut wanita yang di potong, maka haram di lihat oleh orang laki-laki, dan Aurat orang laki-laki adalah semua badan, sehingga kalau ada bagian tubuh orang laki-laki terpisah maka haram di lihat oleh wanita. Sedangkan yang di maksud Aurat dalam shalat adalah sesuatu yang wajib mi tutupi. [ Busyral Karim 1/92 ].

Minggu, 06 Maret 2016

SUNNAH MENUTUP TELINGA KETIKA ADZAN

 SUNNAH MENUTUP TELINGA KETIKA ADZAN




Di sunnah kan ketika adzan menutup telinga , bukan ketika iqomat.

caranya adalah memasukkan kedua jari telunjuk yaitu pucuknya, kedalam dua lubang telinga.

tujuannya agar suara bisa terkumpul dan orang yg tuli dan jauh bisa mendengarkan.

sejarahnya adalah telah shahih bahwa bilal melakukan hal itu pada kehadiran nabi shollallohu alaihi wasallam. Baca kitab i'anatut tolibin :

 

(وجعل مسبحتيه بصماخيه)في الاذان دون الاقامة، لانه أجمع للصوت.

(قوله: وجعل مسبحتيه الخ) معطوف على تثويب.أي وسن جعل مسبحتيه - أي طرفهما - في صماخية - أي خرقي أذنيه - لما صح من فعل بلال ذلك بحضرة النبي - صلى الله عليه وسلم -.(قوله: لأنه أجمع للصوت) أي لأنه أبلغ في رفع الصوت المطلوب في الأذان.أي ولأنه يستدل به الأصم والبعيد.

 

Kamis, 25 Februari 2016

KEMULIAAN PELAJAR WALAUPUN TIDAK MENDAPATKAN ILMU

KEMULIAAN PELAJAR WALAUPUN TIDAK MENDAPATKAN ILMU

Dinukil dari kitab Tambihul Gofilin karangan Abul Laist As Samarqondi

يُقَالُ مَنِ انْتَهَى إِلَى الْعَالِمِ، وَجَلَسَ مَعَهُ، وَلَا يَقْدِرُ عَلَى أَنْ يَحْفَظَ الْعِلْمَ، فَلَهُ سَبْعُ كَرَامَاتٍ

dikatakan bahwa seseorang yg telah sampai kepada orang yg alim dan duduk bersamanya tetapi dia tdk mampu menghafalakan ilmu, maka orang tersebut mendapatkan tujuh kemuliaan:

أَوَّلُهَا: يَنَالُ فَضْلَ الْمُتَعَلِّمِينَ.

1. mendapatkan keutamaan orang2 yg belajar.

وَالثَّانِي: مَا دَامَ جَالِسًا عِنْدَهُ كَانَ مَحْبُوسًا عَنِ الذُّنُوبِ وَالْخَطَأِ.

2. selama masih duduk bersama orang alim maka dia tercegah dari melakukan dosa dan kesalahan.

وَالثَّالِثُ: إِذَا خَرَجَ مِنْ مَنْزِلِهِ تَنْزِلُ عَلَيْهِ الرَّحْمَةُ.

3. ketika keluar dari rumahnya maka rahmat turun kepadanya.

وَالرَّابِعُ: إِذَا جَلَسَ عِنْدَهُ، فَتَنْزِلُ عَلَيْهِمُ الرَّحْمَةُ، فَتُصِيبُهُ بِبَرَكَتِهِمْ.

4. ketika dia duduk disamping orang alim kemudian rahmat turun kepada mereka maka diapun mendapatkan rahmat sebab berkah mereka.

وَالْخَامِسُ: مَا دَامَ مُسْتَمِعًا تُكْتَبُ لَهُ الْحَسَنَةُ.

5. selama masih mendengarkan maka ditulis kebaikan baginya.

وَالسَّادِسُ: تَحُفُّ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ بِأَجْنِحَتِهَا رِضًا وَهُوَ فِيهِمْ.

6. mereka dikepung malaikat dengan sayap2nya dan orang tersebut juga bersama mereka.

وَالسَّابِعُ: كُلُّ قَدَمٍ يَرْفَعُهُ، وَيَضَعُهُ يَكُونُ كَفَّارَةً لِلذُّنُوبِ، وَرَفْعًا لِلدَّرَجَاتِ لَهُ، وَزِيَادَةً فِي الْحَسَنَاتِ

7. setiap langkah kakinya yg diangkat dan diletakkan maka menjadi penghapus bagi dosa2, pengangkat derajat dan tambahan kebaikan baginya.

ثُمَّ يُكْرِمُهُ اللَّهُ تَعَالَى بِسِتِّ كَرَامَاتٍ أُخْرَى:
أَوَّلُهَا: يُكْرِمُهُ بِحُبِّ شُهُودِ مَجْلِسِ الْعُلَمَاءِ.

kemudian Allah memuliakannya lagi dengan enam kemuliaan yg lainnya:

1. Allah memuliakannya dengan cintanya melihat majlisnya ulama'

الثَّانِي: كُلُّ مَنْ يَقْتَدِي بِهِمْ، فَلَهُ مِثْلُ أُجُورِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ.

2. setiap orang yg mengikuti mereka (ulama') maka baginya pahala sebagaimana pahala mereka tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka.

وَالثَّالِثُ لَوْ غَفَرَ لِوَاحِدٍ مِنْهُمْ يَشْفَعُ لَهُ.

3. jika salah seorang diantara mereka diampuni maka bisa memberikan syafaat kpdnya.

وَالرَّابِعُ: يُبَرِّدُ قَلْبَهُ مِنْ مَجْلِسِ الْفُسَّاقِ.

4. hatinya menjadi dingin dari majlisnya orang2 fasik.

وَالْخَامِسُ: يَدْخُلُ فِي طَرِيقِ الْمُتَعَلِّمِينَ وَالصَّالِحِينَ.

5. masuk kedalam jalannya para pelajar dan orang2 sholih.

وَالسَّادِسُ: يُقِيمُ أَمْرَ اللَّهِ تَعَالَى

6. menegakkan perintah Allah ta'ala.

هَذَا لِمَنْ لَمْ يَحْفَظْ شَيْئًا، وَأَمَّا الَّذِي يَحْفَظُ فَلَهُ أَضْعَافٌ مُضَاعَفَةٌ

" ini semua adalah bagi orang yg tdk memghafal ilmu sedikitpun, adapun bagi orang yg menghafal ilmu maka baginya kemuliaan yg berlipat ganda."

wallohu a'lam.
تنبيه الغافلين
أبو الليث السمرقندي