Laman

Selasa, 29 Desember 2015

KEUTAMAAN SURAT AL IKHLASH

KEUTAMAAN SURAT AL IKHLASH

dinukil secara ringkas dari kitab tafsir ibnu katsir :

، عن ثابت عن أنس أن رجلا قال : يا رسول الله ، إني أحب هذه السورة : " قل هو الله أحد " قال : " إن حبك إياها أدخلك الجنة " .

Dari Anas sesungguhnya seorang lelaki berkata :
" wahai Rasululoh, sesungguhnya aku mencintai surat ini ' qul huwallohu ahad'
Rasul bersabda : " sesungguhnya kecintaanmu pada surat al ikhlash memasukkanmu ke syurga."
(HR Ahmad dalam musnadnya secara muttasil)

عن أبي سعيد . أن رجلا سمع رجلا يقرأ : " قل هو الله أحد " يرددها ، فلما أصبح جاء إلى النبي صلى الله عليه وسلم ، فذكر ذلك له ، وكأن الرجل يتقالها ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : " والذي نفسي بيده ، إنها لتعدل ثلث القرآن "

Dari abu sa'id ,sesungguhnya seseorang mendengar orang lainnya membaca : ' qul huwallohu ahad ' dan mengulang ulanginya,
ketika pagi dia datang ke Nabi shollallohu alaihi wasallam dan menuturkan hal tsb kepada beliau ,seolah-olah si laki-laki tadi menganggap remeh bacaannya. kemudian Rasululloh Shollallohu’alaihiwasallam bersabda:
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-NYA, sungguh bacaan itu menyamai sepertiga al qur`an.
(HR Bukhori)

عن أبي سعيد قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لأصحابه : " أيعجز أحدكم أن يقرأ ثلث القرآن في ليلة ؟ " . فشق ذلك عليهم وقالوا : أينا يطيق ذلك يا رسول الله ؟ فقال : " الله الواحد الصمد ثلث القرآن " .

dari Abu Sa’id berkata; Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para sahabatnya:
“Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu bila ia membaca sepertiga dari Al Qur`an pada setiap malamnya?”
dan ternyata para sahabat merasa kesulitan seraya berkata, “Siapakah di antara kami yang mampu melakukan hal itu wahai Rasululloh?”
maka beliau pun bersabda: “Allahul wahid as shomad) (maksudnya surat al-ikhlash) nilainya adalah sepertiga Al Qur`an.” (HR. Bukhori )

عن عبيد بن حنين قال : سمعت أبا هريرة يقول : أقبلت مع النبي صلى الله عليه وسلم ، فسمع رجلا يقرأ " قل هو الله أحد " فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " وجبت " . قلت : وما وجبت ؟ قال : " الجنة " .

Dari ubaid bin hunain berkata : aku mendnegar Abu Hurairoh berkata :
aku menghadap bersama Nabi shollallohu alaihi wasallam , kemudian mendengar seorang lelaki membaca 'qul huwallohu ahad'
kemudian Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :
" wajib "
aku berkata : " wajib apa ?"
Rasululloh bersabda : " wajib masuk syurga "
(HR Tirmidzi dan An Nasa'i)

عن تميم الداري قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " من قال : لا إله إلا الله واحدا أحدا صمدا ، لم يتخذ صاحبة ولا ولدا ، ولم يكن له كفوا أحد ، عشر مرات ، كتب له أربعون ألف ألف حسنة " .

Dari tamim ad dari berkata :
Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : " barang siapa mengucapkan : ' laa ilaaha illallohu wahidan ahadan shomadan lam yattahid shohibatan walaa waladan walam yakun lahu kufuwan ahadan ' sepuluh kali maka ditulis baginya satu juta kebaikan "
(HR Ahmad)

عن سهل بن معاذ بن أنس الجهني ، عن أبيه ، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " من قرأ " قل هو الله أحد " حتى يختمها ، عشر مرات ، بنى الله له قصرا في الجنة " . فقال عمر : إذن نستكثر يا رسول الله . فقال صلى الله عليه وسلم : " الله أكثر وأطيب " .

Dari sahl bin mu'adz bin anas al juhani dari ayahnya dari Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :
" barang siapa membaca qul huwallohu ahad sampai hatam sepuluh kali maka Allah membangun satu istana untuknya di syurga."
umar berkata : " kalo begitu kamu akan memperbanyaknya, wahai rasululloh "
kemudian Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :
" Allah paling banyak dan paling bagus "
(HR Ahmad )

سعيد بن المسيب يقول : إن نبي الله صلى الله عليه وسلم قال : " من قرأ " قل هو الله أحد " عشر مرات ، بنى الله له قصرا في الجنة ، ومن قرأها عشرين مرة بنى الله له قصرين في الجنة ، ومن قرأها ثلاثين مرة بنى الله له ثلاثة قصور في الجنة " . فقال عمر بن الخطاب : إذا لتكثر قصورنا ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " الله أوسع من ذلك " .

Dari said bin al musayyab berkata :
sesungguhnya Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :
" barang siapa membaca qul huwallohu ahad sepuluh kali maka Allah membangun satu istana untuknya di syurga, barang siapa membacanya duapuluh kali maka Allah membangun dua istana untuknya disyurga, dan barang siapa membacanya tiga piluh kali maka Allah membangun tiga istana untuknya di syurga."
kemudian umar bin khattab berkata :
" kalo begitu kami akan memperbanyak istana kami "
Kemudian Rasul bersabda :" Allah lebih luas daripada itu."
( HR Ad Darimi)

عن أنس بن مالك ، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " من قرأ " قل هو الله أحد " خمسين مرة غفرت له ذنوب خمسين سنة "

dari anas bin malik, dari Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :
" barang siapa membaca qul huwallohu ahad lima puluh kali maka diampuni baginya dosa-dosa lima puluh tahun "
(HR Abu Ya'la )

عن أنس قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " من قرأ في يوم : " قل هو الله أحد " مائتي مرة ، كتب الله له ألفا وخمسمائة حسنة إلا أن يكون عليه دين "

Dari anas berkata, Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :
" barang siapa dalam sehari membaca qulhuwallohu ahad dua ratus kali maka Allah menulis baginya lima ratus kebaikan kecuali jika dia mempunyai hutang "
(HR Abu Ya'la)

ولفظه : " من قرأ كل يوم ، مائتي مرة : " قل هو الله أحد " محي عنه ذنوب خمسين سنة ، إلا أن يكون عليه دين " .

Dari anas, Rasululloh shollallohu alaihi wasllam bersabda :
" barang siapa setiap hari membaca qul huwallohu ahad dua ratus kali maka dihapus darinya dosa-dosa lima puluh tahun, kecuali jika dia punya hutang "
(HR Titmidzi )

عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : " من أراد أن ينام على فراشه ، فنام على يمينه ، ثم قرأ : " قل هو الله أحد " مائة مرة ، فإذا كان يوم القيامة يقول له الرب عز وجل : يا عبدي ، ادخل على يمينك الجنة "

Dari anas, Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :
" barang siapa akan tidur di kasurnya kemudian tidur pada sebelah kanannya kemudian membaca qul huwallohu ahad seratus kali, maka ketika hari kiyamat Allah Rabb Azza wajalla berkata kepadanya :' wahai hamba-Ku, masuklah pada kananmu syurga "

dan masih banyak fadhilah lainnya.

wallohu a'lam.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

Senin, 28 Desember 2015

RESEPSI PERNIKAHAN BOLEH KAH?

RESEPSI PERNIKAHAN  BOLEH KAH?

Keingingan anda untuk menikah dengan cepat adalah bukan sesuatu yang terlarang dan aib karena pernikahan adalah kebutuhan yang tidak bisa diwakilkan oleh siapapun, sehingga Nabi pun menghimbau untuk mempercepat pernikahan bagi siapapun yang membutuhkan.

Adapun permintaan dari keluarga wanita yaitu resepsi, itu bukan permintaan yang terlarang bahkan resepsi yang artinya adalah walimahan adalah hakekat sunnah Nabi Muhammad SAW. Asalkan nanti pelaksanaanya harus denga cara yang sesuai dengan syariat Islam.

Adapun Tentang Hukum nya Adalah Sunah Muakaddah.

Bagi  seorang laki-laki yang ingin menikah dengan seorang wanita hendaknya harus mendahulukan musyawarah.

Permintaan resepsi adalah wajar, akan tetapi di sisi lain keluarga wanita tidak boleh membebani seorang pria dengan beban berat sampai mungkin menghutang dan seterusnya.

Akan tetapi ketahuilah wahai kaum pria resepsi bagi seorang wanita adalah kebanggaan dan ini perlu kita hargai, akan tetapi tetap sesuai batas batas kemapuan seorang pria.

Adapun yang anda permasalahkan yaitu masalah make up dan tata rias. Seorang wanita diperkenankan berdandan cantik apalagi saat resepsi pernikahan, akan tetapi cara memajang pengantinnya itu harus diatur.

Artinya anda penuhi satu sisi akan tetapi anda pun mempunyai permintaan agar tidak melanggar syariat dan tidak dipajang di hadapan kaum pria  yang bukan mahram.

Jika seorang wanita masih saja bersikeras ingin pamer dandan di depan kaum pria yang bukan mahram berarti dia sudah mempunyai niat yang tidak baik. Jika dia ada niat tidak baik lalu mengancam untuk membatalkan, Anda tidak perlu takut dengan ancaman seperti itu.

Bumi Allah luas kita tidak boleh memaksakan sesuatu dengan melanggar Allah SWT. Takut kepada Alloh adalah kunci kesuksesan kita di dunia dan akhirat. Anda bisa menikah dengan wanita lain yang lebih sholehah.

Wallahu’alam Bisshowab

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

WAFATNYA ULAMA BENCANA BAGI ALAM SEMESTA

Wafatnya Ulama Bencana Bagi Alam Semesta.

Dalam kitab Tanqih al-Qaul, al-Imam al-Hafidz Jalaluddin bin Abdurrahman bin Abubakar as-Suyuthi menuliskan dalam kitabnya sebuah hadits bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

وقال عليه الصلاة والسلام: {مَنْ لَمْ يَحْزَنْ لِمَوْتِ العَالِمِ، فَهُوَ مُنَافِقٌ مُنَافِقٌ مُنَافِقٌ} قالها ثلاث مرات
“Barangsiapa yang tidak sedih dengan kematian ulama maka dia adalah munafik.”

Menangislah, karena meninggalnya seorang ulama adalah sebuah perkara yang besar di sisi Allah. Sebuah perkara yang akan mendatangkan konsekuensi bagi kita yang ditinggalkan jika kita ternyata bukan orang-orang yang senantisa mendengar petuah mereka. Menangislah, jika kita ternyata selama ini belum ada rasa cinta di hati kita kepada para ulama.

عن ابن عباس ، في قوله تعالى : أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا سورة الرعد آية 41 قال : موت علمائها . وللبيهقي من حديث معروف بن خربوذ ، عن أبي جعفر ، أنه قال : موت عالم أحب إلى إبليس من موت سبعين عابدا .

Ibnu Abbas Ra. berkata tentang firman Allah: “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah, lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?” (QS. ar-Ra’d ayat 41). Beliau mengatakan tentang (مِنْ أَطْرَافِهَا = dari tepi-tepinya) adalah wafatnya para ulama.”

Dan menurut Imam Baihaqi dari hadits Ma’ruf bin Kharbudz dari Abu Ja’far Ra. berkata: “Kematian ulama lebih dicintai Iblis daripada kematian 70 orang ahli Ibadah.”

Al-Quran secara implisit mengisyaratkan wafatnya ulama sebagai sebuah penyebab kehancuran dunia, yaitu firman Allah Swt. yang berbunyi:

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الأرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا وَاللَّهُ يَحْكُمُ لا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِ وَهُوَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
“Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah, lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?” (QS. ar-Ra’d ayat 41).

Menurut beberapa ahli tafsir seperti Ibnu Abbas dan Mujahid, ayat ini berkaitan dengan kehancuran bumi (kharab ad-dunya). Sedangkan kehancuran bumi dalam ayat ini adalah dengan meninggalnya para ulama. (Tafsir Ibnu Katsir juz 4 halaman 472).

Rasulullah Saw. yang menegaskan ulama sebagai penerusnya, juga menegaskan wafatnya para ulama sebagai musibah. Rasulullah Saw. bersabda:

مَوْتُ الْعَالِمِ مُصِيبَةٌ لا تُجْبَرُ ، وَثُلْمَةٌ لا تُسَدُّ , وَنَجْمٌ طُمِسَ ، مَوْتُ قَبِيلَةٍ أَيْسَرُ مِنْ مَوْتِ عَالِمٍ

“Meninggalnya ulama adalah musibah yang tak tergantikan, dan sebuah kebocoran yang tak bisa ditambal. Wafatnya ulama laksana bintang yang padam. Meninggalnya satu suku lebih mudah bagi saya daripada meninggalnya satu orang ulama.” (HR. ath-Thabarani dalam Mu’jam al-Kabir dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dari Abu Darda).

Wafatnya Ulama Adalah Hilangnya Ilmu

Umat manusia dapat hidup bersama para ulama adalah sebagian nikmat yang agung selama di dunia. Semasa ulama hidup, kita dapat mencari ilmu kepada mereka, memetik hikmah, mengambil keteladanan dan sebagainya. Sebaliknya, ketika ulama wafat, maka hilanglah semua nikmat itu. Hal inilah yang disabdakan oleh Rasulullah Saw.:

خُذُوا الْعِلْمَ قَبْلَ أَنْ يَذْهَبَ ” ، قَالُوا : وَكَيْفَ يَذْهَبُ الْعِلْمُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ، قَالَ:إِنَّ ذَهَابَ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ
“Ambillah (pelajarilah) ilmu sebelum ilmu pergi.” Sahabat bertanya: “Wahai Nabiyullah, bagaimana mungkin ilmu bisa pergi (hilang)?” Rasulullah Saw. menjawab: “Perginya ilmu adalah dengan perginya (wafatnya) orang-orang yang membawa ilmu (ulama).” (HR. ad-Darimi, ath-Thabarani no. 7831 dari Abu Umamah).

Wafatnya ulama juga memiliki dampak sangat besar, diantaranya munculnya pemimpin baru yang tidak mengerti tentang agama sehinga dapat menyesatkan umat, sebagaimana dalam hadits sahih:

إن الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من الناس ، ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى إذا لم يترك عالما اتخذ الناس رءوسا جهالا فسئلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلوا
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari hambaNya, tetapi mencabut ilmu dengan mencabut para ulama. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan satu ulama, maka manusia mengangkat pemimpin-pemimpin bodoh, mereka ditanya kemudian memberi fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari no. 100).

Kendatipun telah banyak kyai atau ulama yang telah wafat, dan wafatnya kyai atau ulama adalah sebuah musibah dalam agama, maka harapan kita adalah lahirnya kembali ulama yang meneruskan perjuangannya. Aamiin

Harapan ini sebagaimana yang dikutip oleh Imam al-Ghazali dari Khalifah Ali bin Abi Thalib Ra.:

إذا مات العالم ثلم في الإسلام ثلمة لا يسدها الا خلف منه
“Jika satu ulama wafat, maka ada sebuah lubang dalam Islam yang tak dapat ditambal kecuali oleh generasi penerusnya.” (Ihya ‘Ulumiddin juz 1 halaman 15).

Wallahu a’lam bi ash-Shawab.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

SAKIT ITU APA?

SAKIT ITU APA?

1. Sakit itu dzikrullah
Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma ALLAH di banding ketika dalam sehatnya.

2. Sakit itu istighfar
Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit, sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun.

3. Sakit itu tauhid
Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibat yang akan terus digetar?

4. Sakit itu muhasabah
Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali.

5. Sakit itu jihad
Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah, di wajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya.

6. Bahkan Sakit itu ilmu
Bukankah ketika sakit, dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

7. Sakit itu nasihat
Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri, yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar, ALLAH cinta dan sayang keduanya.

8. Sakit itu silaturrahim
Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.

9. Sakit itu gugur dosa
Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan yang sakit dinyerikan dan di cuci-Nya.

10. Sakit itu mustajab do’a
Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta dido’akan oleh yang sakit.

11. Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan, di ajak maksiat tak mampu tak mau, dosa lalu malah disesali kemudian diampuni.

12. Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis, satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

13. Sakit meningkatkan kualitas ibadah, rukuk-sujud lebih khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-do’a jadi lebih lama.

14. Sakit itu memperbaiki akhlak, kesombongan terkikis, sifat tamak di paksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu.

15. Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati, mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambutnya, adalah pendongkrak derajat

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

Sabtu, 26 Desember 2015

KETENTUAN JODOH, RIZQI DAN MATI

Ketentuan Jodoh, Rizqi dan Mati

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ الله ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ: إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ . فَوَاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا . وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا .

Diriwayatkan dari bapak Abdir Rahman, yaitu Abdullah bin Mas'ud ra. Katanya: Telah menceriterakan kepada kami Rasulullah saw. orang yang selalu benar dan dibenar kan, sesungguhnya salah seorang dari kamu sekalian dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya selama empat pulah hari berupa air mani. Kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu empat puluh hari. Kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu empat puluh hari. Lalu diutus seorang malaikat kepada janin tersebut dan ditiupkan ruh kepadanya dan malaikat tersebut diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yaitu: menulis rizkinya, batas umur-nya, pekerjaannya dan kecelakaan atau kebahagiaan hidupnya. Demi Allah yang tidak ada Tu-han selain Dia, sungguh ada salah seorang di antara kamu sekalian benar-benar telah beramal dengan amal ahli sorga sehingga tidak ada jarak antara dia dan sorga kecuali satu hasta, kemudian catatan taqdir telah mendahuluinya, sehingga dia melakukan pekerjaan ahli neraka, maka dia masuk ke dalam neraka. Dan sungguh ada salah seorang dari kamu sekalian yang beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga tidak ada jarak antara dia dengan neraka kecu-ali satu hasta, kemudian catatan taqdir telah mendahuluinya, sehingga dia beramal dengan amal ahli sorga, maka dia masuk ke dalam sorga.

Hadits di atas ini adalah berita dari Allah swt. kepada seluruh manusia lewat Rasulullah saw. tentang hakekat dari rizki, umur, pekerjaan dan kebahagiaan atau kecelakaan termasuk jodoh, yang harus diyakini oleh setiap orang muslim, tetapi tidak boleh dibahas karena hakekat itu adalah hak dari Allah swt.; dan tidak boleh dijadikan pegangan oleh setiap muslim pada waktu akan berusaha dan berikhtiar. Sewaktu akan berikhtiar melakukan pekejaan yang dapat mengantarkan dirinya kepada cita-citanya, setiap orang muslim harus berpegangan kepada rahmat Allah yang sangat luas yang dengan rahmat tersebut Allah Maha Kuasa untuk mengabulkan dan menuruti keinginannya. Kemudian setelah orang muslim tersebut berusaha dan cita-citanya belum tercapai, baru dia ber-sandar kepada hakekat, agar jiwanya tidak stres.

Usaha yang harus kita lakukan untuk mencapai cita-cita adalah sebatas kemampuan yang telah di berikan oleh Allah swt. kepada kita sekalian. Karena meskipun Allah swt. telah menetapkan sesuatu ketetapan kepada kita, akan tetapi jika kita bersungguh-sungguh berdo'a dan memohon kepada Allah agar ketetapan yang telah ditetapkan pada kita tersebut dirubah oleh Allah, insya Allah permohonan dan do'a kita dikabulkan, sebagaimana sabda Nabi saw. dalam salah satu hadits:

لاَ يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلاَّ دُعَاءٌ .

Tidak ada yang dapat menolak ketentuan Allah kecuali doa

Usaha kita dalam mencari ilmu misalnya dan lain-lainnya juga harus bersungguh-sungguh sebatas kemampuan yang ada pada kita. Akan tetapi kalau ternyata berulang kali ujian kita masih gagal, kita harus segera bersandar pada qadla' dan qadar Allah swt. supaya kita tidak frustasi sehingga marah dan dendam yang berkepanjangan kepada guru atau dosen yang menguji.

Sebenarnya anda juga dapat meraih ketenangan dan ketentraman hidup sebagaimana yang telah diraih oleh orang-orang yang hidupnya selalu berusaha untuk mendekatkan dirinya kepada Allah dan tidak memperhitungkan rizqi dari Allah secara matematika. Misalnya anda sebagai pegawai negeri dengan gaji yang hanya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup anda, se-hingga karenanya anda tidak berani untuk kawin sebab khawatir tidak dapat memberi nafkah kepada isteri dan anak yang akan lahir dari isteri. Dalam hal ini anda lupa bahwa isteri dan anak yang akan lahir dari isteri anda sebenarnya rizkinya juga sudah dijamin oleh Allah swt. sebagaimana firman Allah dalam Al Qur'an surat Hud ayat 6 yang antara lain berbunyi:

وَمَا مِنْ دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللهِ رِزْقُهَا ... الآية

Tidak ada makhluk yang merangkak di bumi kecuali rizkinya ditanggung oleh Allah

Dan dalam surat At Thalaq ayt 2 - 3 , Allah swt. berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ .

Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allan akan menjadikan ja-lan keluar baginya dan akan memberi rizqi dari arah yang tidak dia perkirakan dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.

Dalam tafsir Al Munir yang dimaksud dengan "Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya" adalah bahwa barangsiapa yang percaya kepada Allah mengenai apa saja yang dia peroleh, maka Allah akan mencukupi dia dalam semua urusannya.

Pikiran anda yang demikian itu dilarang oleh agama. Sebab bagaimanapun keadaan yang menimpa diri anda, anda diperintahkan untuk selalu berharap kepada rahmat Allah dan dilarang berputus asa. Dalam surat Az Zumar ayat 53 Allah swt. telah berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِيْنَ أَسْرَفُوْا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لاَ تَقْنَطُوْا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ ... الآية

Katakan olehmu Muhammad: Wahai para hamba-Ku yang telah menghambur-hamburkan umurnya, janganlah kamu sekalian berputus asa terhadap rahmat Allah.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

KETENTUAN JODOH, RIZQI DAN MATI

Ketentuan Jodoh, Rizqi dan Mati

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ الله ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ: إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ . فَوَاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا . وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا .

Diriwayatkan dari bapak Abdir Rahman, yaitu Abdullah bin Mas'ud ra. Katanya: Telah menceriterakan kepada kami Rasulullah saw. orang yang selalu benar dan dibenar kan, sesungguhnya salah seorang dari kamu sekalian dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya selama empat pulah hari berupa air mani. Kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu empat puluh hari. Kemudian menjadi segumpal daging dalam waktu empat puluh hari. Lalu diutus seorang malaikat kepada janin tersebut dan ditiupkan ruh kepadanya dan malaikat tersebut diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yaitu: menulis rizkinya, batas umur-nya, pekerjaannya dan kecelakaan atau kebahagiaan hidupnya. Demi Allah yang tidak ada Tu-han selain Dia, sungguh ada salah seorang di antara kamu sekalian benar-benar telah beramal dengan amal ahli sorga sehingga tidak ada jarak antara dia dan sorga kecuali satu hasta, kemudian catatan taqdir telah mendahuluinya, sehingga dia melakukan pekerjaan ahli neraka, maka dia masuk ke dalam neraka. Dan sungguh ada salah seorang dari kamu sekalian yang beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga tidak ada jarak antara dia dengan neraka kecu-ali satu hasta, kemudian catatan taqdir telah mendahuluinya, sehingga dia beramal dengan amal ahli sorga, maka dia masuk ke dalam sorga.

Hadits di atas ini adalah berita dari Allah swt. kepada seluruh manusia lewat Rasulullah saw. tentang hakekat dari rizki, umur, pekerjaan dan kebahagiaan atau kecelakaan termasuk jodoh, yang harus diyakini oleh setiap orang muslim, tetapi tidak boleh dibahas karena hakekat itu adalah hak dari Allah swt.; dan tidak boleh dijadikan pegangan oleh setiap muslim pada waktu akan berusaha dan berikhtiar. Sewaktu akan berikhtiar melakukan pekejaan yang dapat mengantarkan dirinya kepada cita-citanya, setiap orang muslim harus berpegangan kepada rahmat Allah yang sangat luas yang dengan rahmat tersebut Allah Maha Kuasa untuk mengabulkan dan menuruti keinginannya. Kemudian setelah orang muslim tersebut berusaha dan cita-citanya belum tercapai, baru dia ber-sandar kepada hakekat, agar jiwanya tidak stres.

Usaha yang harus kita lakukan untuk mencapai cita-cita adalah sebatas kemampuan yang telah di berikan oleh Allah swt. kepada kita sekalian. Karena meskipun Allah swt. telah menetapkan sesuatu ketetapan kepada kita, akan tetapi jika kita bersungguh-sungguh berdo'a dan memohon kepada Allah agar ketetapan yang telah ditetapkan pada kita tersebut dirubah oleh Allah, insya Allah permohonan dan do'a kita dikabulkan, sebagaimana sabda Nabi saw. dalam salah satu hadits:

لاَ يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلاَّ دُعَاءٌ .

Tidak ada yang dapat menolak ketentuan Allah kecuali doa

Usaha kita dalam mencari ilmu misalnya dan lain-lainnya juga harus bersungguh-sungguh sebatas kemampuan yang ada pada kita. Akan tetapi kalau ternyata berulang kali ujian kita masih gagal, kita harus segera bersandar pada qadla' dan qadar Allah swt. supaya kita tidak frustasi sehingga marah dan dendam yang berkepanjangan kepada guru atau dosen yang menguji.

Sebenarnya anda juga dapat meraih ketenangan dan ketentraman hidup sebagaimana yang telah diraih oleh orang-orang yang hidupnya selalu berusaha untuk mendekatkan dirinya kepada Allah dan tidak memperhitungkan rizqi dari Allah secara matematika. Misalnya anda sebagai pegawai negeri dengan gaji yang hanya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup anda, se-hingga karenanya anda tidak berani untuk kawin sebab khawatir tidak dapat memberi nafkah kepada isteri dan anak yang akan lahir dari isteri. Dalam hal ini anda lupa bahwa isteri dan anak yang akan lahir dari isteri anda sebenarnya rizkinya juga sudah dijamin oleh Allah swt. sebagaimana firman Allah dalam Al Qur'an surat Hud ayat 6 yang antara lain berbunyi:

وَمَا مِنْ دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللهِ رِزْقُهَا ... الآية

Tidak ada makhluk yang merangkak di bumi kecuali rizkinya ditanggung oleh Allah

Dan dalam surat At Thalaq ayt 2 - 3 , Allah swt. berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ .

Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allan akan menjadikan ja-lan keluar baginya dan akan memberi rizqi dari arah yang tidak dia perkirakan dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya.

Dalam tafsir Al Munir yang dimaksud dengan "Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya" adalah bahwa barangsiapa yang percaya kepada Allah mengenai apa saja yang dia peroleh, maka Allah akan mencukupi dia dalam semua urusannya.

Pikiran anda yang demikian itu dilarang oleh agama. Sebab bagaimanapun keadaan yang menimpa diri anda, anda diperintahkan untuk selalu berharap kepada rahmat Allah dan dilarang berputus asa. Dalam surat Az Zumar ayat 53 Allah swt. telah berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِيْنَ أَسْرَفُوْا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لاَ تَقْنَطُوْا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ ... الآية

Katakan olehmu Muhammad: Wahai para hamba-Ku yang telah menghambur-hamburkan umurnya, janganlah kamu sekalian berputus asa terhadap rahmat Allah.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

Kamis, 24 Desember 2015

LIMA KEGELAPAN DAN PENERANG ABU BAKAR

LIMA KEGELAPAN DAN PENERANG ABU BAKAR

Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. berkata,

اَلظُّلُمَاتُ خَمْسٌ وَالسُّرُوْجُ لَهَا خَمْسٌ حُبُّ الدُّنْيَا ظُلْمَةٌ وَالسِّرَاجُ لَهَا اَلتَّقْوَى وَالذَّنْبُ ظُلْمَةٌ وَالسِّرَاجُ لَهُ التَّوْبَةُ وَالْقَبْرُ ظُلْمَةٌ وَالسِّرَاجُ لَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ وَالْآخِرَةُ ظُلْمَةٌ وَالسِّرَاجُ لَهَا الْعَمَلُ الصَّالِحُ وَالصِّرَاطُ ظُلْمَةٌ وَالسِّرَاجُ لَهُ الْيَقِيْنُ

“Kegelapan itu ada lima beserta lima penerangnya, yaitu:
1. Cinta dunia adalah kegelapan, sedangkan penerangnya adalah takwa.
2. Dosa adalah kegelapan, sedangkan penerangnya adalah tobat.
3. Kuburan adalah kegelapan, sedangkan penerangnya adalah kalimat “Lâ ilâha illallâh Muhammad Rasûlullâh”.
4. Akhirat adalah kegelapan, sedangkan penerangnya adalah amal saleh.
5. Shirat (jembatan di akhirat) adalah kegelapan, sedangkan penerangnya adalah keyakinan kepada yang gaib.

Rasulullah saw. pernah bersabda, “Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan.” (HR. Al-Baihaqi). Sehubungan dengan hadis di atas, Imam Al-Ghazali mengatakan, “Sebagaimana dinyatakan bahwa cinta dunia merupakan pangkal segala kesalahan maka membenci dunia merupakan pangkal segala kebaikan.”
Rasulullah saw. juga bersabda, “Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena takwa kepada Allah swt., melainkan Dia akan memberimu sesuatu yang jauh lebih baik dari apa yang engkau tinggalkan itu.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya apabila seorang hamba berbuat dosa satu kali maka dosa itu akan meninggalkan satu noda hitam pada hatinya. Namun, jika dia berhenti dari dosa itu lalu meminta ampun dan bertobat, maka hatinya akan kembali bersih. Dan, apabila dia kembali melakukannya maka akan bertambah noda hitam itu hingga menutupi hatinya. Inilah ar-rân (penutup hati) yang dinyatakan dalam firman Allah swt., ‘Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka. (QS. Al-Muthaffifîn [83]: 14).’” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nasa’i, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)
Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah swt. mengharamkan masuk neraka bagi orang yang mengucapkan “lâ ilâha illallâh” secara tulus semata-mata karena Allah swt.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis lain, Rasulullah saw. juga bersabda, “Siapa yang membaca kalimat “lâ ilâha illallâh” dengan ikhlas, maka dia akan masuk surga.’ Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa wujud keikhlasannya?” Beliau menjawab, ‘Kalimat “lâ ilâha illallâh” tersebut dapat mencegah kalian dari segala yang diharamkan Allah swt. bagi kalian.” (HR. Al-Khatîb)

Dikatakan bahwa ada tujuh amalan yang dapat menerangi alam kubur, yaitu: ibadah yang ikhlas, bakti kepada kedua orang tua, silaturrahim, tidak menyia-nyiakan umur untuk maksiat, tidak mengikuti hawa nafsu, bersungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Allah swt. dan memperbanyak dzikir kepada-Nya.

Berkaitan dengan poin keempat, Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah swt. senang apabila rukhsah-rukhsah dari-Nya itu dilaksanakan, sebagaimana Dia juga senang apabila ‘azimah-‘azimah dari-Nya dilaksanakan. Sesungguhnya Allah mengutusku untuk menyampaikan agama yang lurus lagi mudah, yaitu agama Ibrahim as.” (HR. Ibnu ‘Asakir)

Dalam hadis lain, Rasulullah saw. bersabda, “Kerjakanlah ‘azimah dan terimalah rukhsah serta biarkanlah manusia (untuk mengerjakan ‘azimah atau rukhsah). Sebab, hal itu sudah cukup menghindarkan kalian dari keburukan mereka.” (HR. Al-Khathîb)
Hadis yang lain menyatakan, “Siapa yang tidak menerima rukhsah dari Allah swt. maka baginya dosa sebesar gunung ‘Arafah.” (HR. Ahmad)

--Kitab Nasha'ihul-'Ibad, Imam Nawawi Al-Bantani

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

AWAN PUN BERSHALAWAT UNTUK NABI

AWAN PUN BERSHALAWAT UNTUK NABI

Di sudut pagi, Rasulullah tampak sangat ceria dan berseri-seri. Lalu, sahabat menanyakan kepadanya tentang apa yang membuat beliau terlihat gembira.

Kemudian Nabi menjawab bahwa Jibril telah datang kepadanya dan berpesan, “Hai Muhammad jika ada seseorang memberi shalawat kepadamu sekali, maka Allah akan bershalawat untuk orang itu 10 kali, dan akupun akan bershalawat untuk orang itu 10 kali.”

Rasulullah bersabda, “Jika seorang berkirim salam kepada Allah untukku, maka Allah akan mengembalikan ruhku kepada tubuhku dan aku akan menjawab salam orang itu.” Lalu para sahabat bertanya, “Jika engkau sudah mati, maka tubuhmu akan membusuk dan hancur, lalu engkau akan kembali ke tubuh yang mana?” Rasul menjawab, “sesungguhnya Allah telah mengharamkan kepada bumi untuk memakan hancur tubuh nabi.” Hadis ini diambil dari hadis shahih, dapat dilihat dalam Fiqhu Sunnah karya Syekh Sayid Sabiq.

Sebagian ulama berpendapat bahwa jasad Nabi masih utuh dan tidak hancur sedikit pun hingga saat ini. Kalau ada seseorang yang bershalawat kepadanya, maka Allah akan mengembalikan ruhnya kepada jasadnya untuk bershalawat kepada orang yang telah memberinya shalawat itu. Dari ruh Nabi itu memancarkan gelombang energi cinta kepada orang yang bershalawat, berziarah dan berdoa untuk dirinya.

Seseorang tidak memerlukan pengetahuan yang tinggi tentang sejarah Nabi dan pengetahuan tentang ajaran Islam untuk mendapatkan energi itu, karena energi Nabi itu akan hadir begitu saja sehingga menimbulkan gejolak emosional yang tak tertahankan. Maka, wajarlah jika kemudian banyak orang menangis terharu ketika mengucapkan shalawat kepada Nabi, apalagi ketika mereka menziarahi kuburan beliau di Madinah.

Tidak hanya Allah, para malaikat dan hamba-hamba-Nya yang saleh saja yang bershalawat kepada Nabi, tetapi semua makhluk yang lain pun melakukan hal yang sama. Alam pun ikut memberi shalawat. Seperti, awan yang selalu melindungi Rasul kemana pun beliau pergi, sehingga beliau tidak kepanasan dalam perjalanan. Peristiwa ini terjadi ketika beliau pergi bersama pamannya, Abu Thalib untuk berdagang ke Syam (Syiria). Ini merupakan bentuk ketundukan dan penghormatan alam kepada khairu anam (sebaik-baiknya manusia).

Demikian juga ketika Nabi akan menggunakan sepatu panjangnya untuk keluar rumah. Tiba-tiba seekor elang besar menyambar sepatu Nabi dan menerbangkan sepatu itu ke udara. Para sahabat yang menyaksikan peristiwa itu langsung berusaha untuk memanah elang itu, karena dianggap kurang ajar kepada Nabi. Namun, Nabi melarang memanah elang tersebut. Bebarapa saat kemudian, elang itu mengayun-ayunkan dan membalingkan sepatu itu di udara hingga keluar ular gurun berbisa dari dalam sepatu. Ular tersebut terlempar ke tanah dan sepatu itu pun jatuh menyusul kemudian. Ternyata, elang pun mampu menunjukan penghormatan dan penyelamatan untuk menjaga Rasulullah SAW. Sang elang tak mau melihat seekor ular berbisa menggigit kaki Nabi, hingga secepat kilat menyambar sepatu itu.

Kemudian, ada pula kisah yang diambil dari hadis sahih yang lain, yaitu ketika Nabi dan Abu Bakar Siddiq, serta dua orang sahabat yang lain tiba di gunung Uhud. Tiba-tiba terjadi gempa beberapa kali di sekitar bukit itu. Lalu, dengan serta merta Rasulullah menghentakkan kakinya ke tanah dan bersabda, “Wahai Uhud, di atasmu ada Rasulullah dan Abu Bakar Siddiq beserta dua orang sahabat yang akan mati syahid. Diamlah! (uskut!)” Tiba-tiba, gunung Uhud pun berhenti bergemuruh.

Begitu hormatnya alam terhadap Rasulullah, sehingga mereka diam dan taat mendengarkan perintahnya. Sehingga wajarlah jika dikatakan dalam Al-Quran bahwa Nabi Muhammad diutus ke dunia ini untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Tidak hanya manusia yang tunduk dan taat kepada Rasulullah, tetapi seluruh makhluk di dunia ini mendapatkan rahmat dari diri Rasulullah Saw.

Allah berfirman,
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam,” (QS Al-Anbiya [21]: 107).
Namun, pada saat yang sama, Nabi Muhammad adalah manusia biasa. Beliau juga makan, minum, tidur, pergi ke pasar, merasa sakit dan bersedih. Nabi dicaci-maki, dihina, dicemooh, dianiaya, dan dilempari kotoran, bahkan berkali-kali hendak dibunuh. Sehingga, tidak alasan sedikit pun bagi manusia untuk mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Rasulullah adalah sesuatu yang mustahil dilakukan oleh manusia biasa. Jadi, lengkaplah sudah jika Allah berfirman bahwa Muhammad adalah manusia biasa, tetapi dia tidak seperti manusia yang lainnya. Muhammad memang betul-betul menjadi figur yang tiada tandingnya, dan harus diikuti dan ditaati oleh makhluk yang lainnya. Jika, Muhammad bukan manusia biasa, mungkin banyak orang akan berdalih bahwa Muhammad memang patut melakukan ini dan itu, dan tidak bisa diikuti oleh manusia biasa.

Muhammad adalah figur manusia yang sederhana dan bersahaja, meskipun dia mampu mendapatkan apa saja jika dia mau memintanya. Bahkan, beliau tidak segan-segan menolak untuk menerima pemberian dari orang lain, kerana merasa masih banyak orang lain yang lebih membutuhkan, padahal posisinya ketika itu sangat miskin. Beliau sama sekali tidak menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
Meskipun orang sudah mengusir, mengancam, menganiaya, dan menghinanya, tetapi Nabi tetap mendoakan orang tersebut agar sadar. Beliau bahkan mendoakan agar dosanya diampuni. Nabi menolak tawaran malaikat untuk membumihanguskan mereka, padahal jika dia mau, maka malaikat tinggal membalikan telapak tangannya. Bahkan, Abu Lahab yang telah banyak sekali menyakiti dirinya, justru dikunjungi Nabi ketika sakit. Muhammad selalu memberi maaf kepada orang yang pernah menyakitinya.

Nabi Muhammad Saw. adalah figur seorang bapak, suami, kakek, pedagang, pemimpin, pendidik, dan penderma yang tiada duanya di muka bumi ini. Wajarlah jika dikatakan oleh Siti Aisyah bahwa akhlak Nabi Muhammad adalah Al-Quran. Keluhuran budi pekerti Nabi terpahat dalam ingat semua sahabat yang menyaksikan sepak terjang beliau, hingga menimbulkan kerinduan yang dalam bagi umat sepeninggalnya. Kita tidak akan menemukan figur beliau sampai kapan pun dan dimana pun, yang ada hanyalah pewaris-pewaris para nabi yang terus menerus memperjuangkan dakwah Islam, selalu mencontohkan akhlak rasul, dan mengajarkan ketakwaan kepada Allah Swt., mereka adalah para wali, ulama, guru-guru dan orang saleh yang mempunyai keimanan dan ketakwaan yang tinggi. Mereka yang kita sebut sebagai pewaris para nabi adalah mereka yang benar-benar jiwa dan raganya diabdikan untuk Allah dan perjuangan rasul-Nya.Tanpa bantuan mereka kita tidak dapat menikmati nikmatnya iman dan Islam yang kita miliki.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

Selasa, 22 Desember 2015

TINGKATAN TINGKATAN IMAN

TINGKATAN TINGKATAN IMAN
غرة

Masalah yang bagus

مراتب الايمان خمسة :

Tingkatan iman itu ada lima.

اولها إيمان تقليد،وهو الجزم بقول الغير من غير ان يعرف دليلا،وهو يصح إيمانه مع العصيان بتركه النظر اي الاستدلال ان كان قادرا على الدليل.

Tingkatan pertama adalah Iman Taqlid, yaitu berpegang teguh pada perkataan orang lain tanpa mengetahui dalil. Orang yang demikian sah imannya, tetapi iman yang disertai kedurhakaan (berdosa), karena sebab meninggalkan memikirkan dalil, alias mencari dalil kalau memang masih mampu untuk mencarinya.

ثانيها : إيمان علم وهو معرفة العقائد بأدلتها وهذا من علم اليقين، وكلا القسمين صاحبهما محجوب عن ذات الله تعالى.

Tingkatan yang kedua adalah iman Ilmu. Yaitu mengetahui 'aqo-Id beserta dalil dalilnya. Dan hal tersebut termasuk ilmul yaqiin, dan pemilik kedua bagian itu terhalang dari Dzat Allah Ta'aalaa.

ثالثها إيمان عيان،وهو معرفة الله بمراقبة القلب فلا يغيب ربه عن حاضره طرفة عين بل هيبته دائماً في قلبه كانه يراه.وهو مقام المراقبة ويسمى عين اليقين.

Tingkatan ketiga adalah iman 'Iyaan, yaitu ma'rifat Kepada Allah dengan muroqobah hati, sehingga tidak 'hilang' tuhannya dari Ingatan hati walau hanya sekejapan mata, bahkan rasa takutnya kepada Allah itu abadi, selamanya di dalam hatinya, seolah olah Dia (Allah) Melihat kepadanya. Dan iman 'iyan itu maqom Muroqobah, dan dinamakan Iman 'Ainul Yaqiin

رابعها : إيمان حق وهو رأية الله تعالى بقلبه وهو معنى قولهم : العارف يري ربه في كل شيئ وهو مقام المشاهدة ويسمى حق اليقين وصاحبه محجوب عن الحوادث.

Tingkatan ke empat adalah iiman Haq. Yaitu Melihat Allah Ta'aalaa dengan Hatinya. Seperti perkataan para ulama,'orang 'Arif itu melihat Tuhannya pada tiap tiap sesuatu, dan iman haqq itu termasuk maqom musyahadah. Dan di sebut dengan haqqul yaqiin, dan yang memilikinya itu terhalang dari perkara perkara baru (Makhluq)

وخامسها: إيمان حقيقة،وهو الفناء بالله والسكر بحبه فلا يشهد الا إياه كمن غرق في بحر ولم يرله ساحلا والواجب على الشخص احد القسمين الأولين.

Tingkatan kelima (terakhir) adalah Iman Haqiiqoh. Yaitu fana dengan mengingat Allah, dan mabuk akan cinta kepada Allah. Maka Ia tidak melihat kecuali kepada Allah, seperti orang yang tenggelam kedalam Lautan. Dan Ia tidak melihat laut itu ada pantainya. Dan Wajib atas Mukallaf mengetahui dua bagian yang telah disebut pertama.

اما ثلاثة الاخر فعلوم ربانية يخص بها من يشاؤ من عباده.

Adapun tiga tingkatan iman maka itu Di sebut ilmu ilmu  ketuhanan, yang khusus diberikan kepada orang yang di kehendakiNya.

(Kasyifatussaja,Lisysyaikh al-imam al-'Alim,Alfadlil Abi 'Abdil 'Mu'thi Muhammad Nawawi Aljawi Halaman 9)


ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

Senin, 21 Desember 2015

APA HUBUNGAN SHOLAT 5 WAKTU DENGAN PERJALANAN MATAHARI.

⁠⁠⁠APA HUBUNGAN SHOLAT 5 WAKTU DENGAN PERJALANAN MATAHARI..

Secara hakikat, apa maksudnya itu? Kalau kita perhatikan, ketika matahari akan terbit, kita melaksanakan shalat Subuh. Ketika matahari lagi puncaknya, Zhuhur. Terge­lincir, Ashar. Ketika mau terbenam, Maghrib. Setelah benar-benar tenggelam, Isya. Gimana kira-kira maksudnya?

Subuh itu seperti sebuah kelahiran. Umpama masa kanak-kanakmu, Subuh itu suci, karenanya DIA pun perintahkan untuk mensucikan namaNYA di setiap subuh itu.

Zhuhur itu nyata atau terang. Engkau telah meninggalkan masa kanak-kanakmu dan engkau sudah beranjak dewasa dan akan segera menjelang masa tuamu. Karenanya DIA pun memerintahkanmuuntuk menyatakan keberadaanNYA.

Ashar itu senja bagimu. Yaitu masa tua dan penantian bagimu. Ashar adalah waktu bagimu untuk menimbang-nimbang diri, menimbang setiap jejak langkahmu di masa muda. Engkau segera lenyap dan tergantikan. Karenanya demi masa Ashar engkau pastilah merugi, kecuali dirimu beriman kepadaNya dan beramal saleh, saling nasehat menasehati dalam perkara kebenaran dan sabar. Karenanya DIA perintahkan kepadamu untuk sekali lagi mensucikan namaNYA, agar engkau bisa memahami diri, menimbang diri, waspada dan selalu bijaksana menyikapi segala sesuatu, maut bisa menjemputmu setiap saat. Maka bertasbihlah pada pagi dan petang.

Maghrib itu adalah ibarat ajal bagimu. Engkau sudah sangat dekat. Hanya ada dua alternatif bagimu, yaitu rahmat ataukah laknat yang akan segera engkau jelang. Maghrib itu amat singkat, sebagaimana ajal itu tak berlangsung lama. DIA pun perintahkan padamu untuk mengagungkan namaNYA di setiap Maghrib agar engkau tak kembali dalam keadaan tanpa membawa rahmatNYA.

Isya' itu ibarat kematian bagimu. Engkau segera diliputi kegelapan yang mencekam, yang tiada lagi engkau temukan penolong selainNYA. Gelap gulita, dalam penjara dan ketakutan yang teramat sangat. DIA pun memerintahkan kepadamu untuk menyembahNYA agar engkau tak tercekam dalam ketakutan dan pulang dengan membawa secercah cahaya. Dengan secercah cahaya itu engkau bisa pulang kembali untuk menemukanNYA.

WALLAHU A'LAM BISSHOWAB

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ

SIFAT ROHMAT ROSULULLAH SAW PADA UMATNYA...

SIFAT ROHMAT ROSULULLAH SAW PADA UMATNYA...

Diantara sifat rohmat Rosulullah saw pada ummatnya adalah kegigihan dan kesungguhan beliau dalam menjaga agar tidak diwajibkan atas ummatnya sesuatu yang berat bagi mereka untuk melaksanakannya, Rosulullah saw mengurangi dalam menekuni sebagian perbuatan2 sunnah bukan karena enggan untuk melakukannya. Sungguh Rosulullah saw menemukan penyejuk mata dan kebahagian hatinya dalam beribadah. Akan tetapi beliau khawatir sunnah2 tersebut menjadi wajib atas ummatnya, sebagaimana Rosulullah saw tidak menyukai salah seorang dari sahabatnya banyak bertanya tentang sesuatu yang sudah diluaskan karena khawatir akan dipersempit dan diberatkan atas mereka sesuatu yang telah dipermudah dan diluaskan oleh Allah swt. Dalam hal ini Rosulullah saw telah bersabda :

 «ذَرُونِـي مَا تَرَكْتُكُمْ فَإِنَّـمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِـهِمْ وَاخْتِلاَفِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَمَا أَمَرْتُكُمْ فَائْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ»
Biarkanlah aku apa yg telah kutinggalkan kalian. Karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah binasa karena mereka banyak bertanya, dan mereka berselisih dengan para nabi mereka. Apa yg telah kularang kalian untuk melakukannya maka berhentilah dan apa yang telah kuperintahkan kalian, maka kerjakanlah semampu kalian...

Dalam hadits lain beliau saw juga bersabda :

«إِنْ اللَّهَ فَرَضَ فَرَائِضَ فَلاَ تُضَيِّعُوهَا وَحَدَّ حُدُودًا فَلاَ تَعْتَدُوهَا وَنَهَى عَنْ أَشْيَاءَ فَلاَ تَنْتَهِكُوهَا وَسَكَتَ عَنْ أَشْيَاءَ رُخْصَةً لَكُمْ لَيْسَ بِنِسْيَانٍ فَلاَ تَبْحَثُوا عَنْهَا».
Sesungguhnya Allah swt telah mewajibkan kewajiban kewajiban maka janganlah kalian menyia-nyiakannya, Allah telah memberikan batasan-batasan, maka janganlah kalian melampaui nya, Allah swt telah melarang beberapa perkara, maka janganlah kalian menodainya dan Allah swt telah mendiamkan beberapa perkara sebagai keringanan bagi kalian, bukan lupa maka janganlah kalian membahasnya.....

Sungguh sifat rohmat Rosulullah saw pada kaum mu'min telah sampai pada batasan bahwa beliau saw pernah sangat marah ketika muncul dari sebagian orang dengan tindakan kekerasan/memberatkan pada orang lain.
Suatu kali beliau mendengar bahwa sebagian sahabat memperpanjang sholat ketika ia menjadi imam. Kemudian Rosulullah saw marah padanya...

رَوَى البُخَارِيُّ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِـي حَازِمٍ عَنْ أَبِن مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّـي لأَتَأَخَّرُ عَنِ الصَّلاَةِ فِـي الْفَجْرِ مِـمَّا يُطِيلُ بِنَا فُلاَنٌ فِيهَا. فَغَضِبَ رَسُولُ اللَّهِ  مَا رَأَيْتُهُ غَضِبَ فِـي مَوْضِعٍ كَانَ أَشَدَّ غَضَبًا مِنْهُ يَوْمَئِذٍ ثُـمَّ قَالَ «يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ مِنْكُمْ مُنَفِّرِينَ، فَمَنْ أَمَّ النَّاسَ فَلْيَتَجَوَّزْ، فَإِنَّ خَلْفَهُ الضَّعِيفَ وَالْكَبِيـرَ وَذَا الْـحَاجَةِ»
Imam bukhori telah meriwayatkan dari Qois bin Abi Hazim dari sahabat Ibnu Mas'ud rodliyallah 'anhu beliau berkata : seorang lelaki berkata pada Rosulullah saw: wahai Rosulullah...sesungguhnya aku tidak ikut sholat jama'ah shubuh karena sifulan yg menjadi imam kami lama sholatnya(panjang bacaannya). Rosulullah saw kemudian marah dan aku tidam pernah melihat beliau marah disebuah tempat yang melebihi marahnya beliau saw ketika itu. Kemudian beliau bersabda: wahai manusia sesungguhnya diantara kalian ada orang-orang yang membuat orang lari. maka barangsiapa yang menjadi imam, maka hendaklah ia meringankan sholatnya, karena dibelakangnya ada orang yang lemah, orang tua dan orang yang punya hajat/keperluan....

Sungguh tabi'at nya Rosulullah saw yang mulia selalu condong pada memudahkan dan meringankan...

Suatu hari Rosulullah saw melihat seorang tua yang dituntun di antara kedua anaknya. Beliau saw bersabda: kenapa ini? Mereka (anak anak orang tua itu) menjawab: ia telah bernazar untuk berjalan kaki ke ka'bah. Beliau saw bersabda: sesungguhnya Allah swt tidak membutuhkan penyiksaan diri dari org ini. Beliau lalu menyuruhnya agar naik kendaraan...

Maka tidak heran kalau jika Allah swt menyifati beliau saw dengan 2 nama dari nama-namaNYA dan 2 sifat dari sifat2NYA. Allah swt telah berfirman :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (ATTAUBAH 128)


ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

HANYA ADA 3 HARI DALAM HIDUP INI

HANYA ADA 3 HARI DALAM HIDUP INI

HARI KEMARIN..
Kamu tak bisa mengubah apapun yg telah terjadi..
Kamu tak bisa menarik perkataan yg telah terucapkan..
Kamu tak mungkin lagi menghapus kesalahan danmengulangi kegembiraan yang kamu rasakankemarin..
Biarkan hari kemarin lewat; LEPASKAN saja..

HARI ESOK..
Hingga mentari terbit esok hari,
Kamu tak tahu apa yg akan terjadi..
Kamu belum bisa melakukan apa-apa untuk esok hari..
Kamu tak mungkin tahu..,
sedih atau ceria di esok hari..
Karena Esok hari belum tiba BIARKAN saja..
Yang tersisa kini hanyalah

HARI INI..
Pintu masa lalu telah tertutup..
Pintu masa depanpun belum tiba..Pusatkan saja diri kamu untuk hari ini..
Kamu dapat mengerjakan lebih banyak hal untuk hari ini..,
Bila kamu mampu melupakan hari kemarin..
Dan melepaskan ketakutan akan esok hari..

Hiduplah HARI INI..
Karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainanpikiran yang rumit..
Hiduplah apa adanya..
Karena yang ada hanyalah hari ini..Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasahormat.. Meski mereka berlaku buruk padakamu..
Sayangilah seseorang sepenuh hati hari ini..
karena mungkin besok cerita sudah berganti..

Betapa ALLAH hidupkan kita dengan tujuan yang sangat baik. Semoga ALLAH bimbing kita agar dapat mengerti setiap kejadian dan hikmah yang terjadidi dalam kehidupan kita.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

Minggu, 20 Desember 2015

KEAGUNGAN ROSULULLAH SAW

KEAGUNGAN ROSULULLAH SAW...

الحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ اْلعٰالَمِيْنَ،اللَّهُمَ صَل ِعَلَى سَيدِنـَا مُحَمَّدٍ الفاتـِح ِلِمَا أُغلِقَ وَالخاتمِ لِمَا سبقَ نَاصِرِالْحَقِ بِالْحَق ِوَالهـَادِي إلىَ صِراطِكَ المُسْتَـَقـِيم وَعَلىَ آلِه حَقَّ قـَدْرِه وَمِقـْدَارِهِ العـَظـِيم

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: جَلَسَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺَََ يَنْتَظِرُونَهُ، قَالَ: فَخَرَجَ حَتَّى إِذَا دَنَا مِنْهُمْ سَمِعَهُمْ يَتَذَاكَرُونَ فَسَمِعَ حَدِيثَهُمْ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ: عَجَبًا إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ اتَّخَذَ مِنْ خَلْقِهِ خَلِيلًا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا، وَقَالَ آخَرُ: مَاذَا بِأَعْجَبَ مِنْ كَلَامِ مُوسَى كَلَّمَهُ تَكْلِيمًا، وَقَالَ آخَرُ: فَعِيسَى كَلِمَةُ اللَّهِ وَرُوحُهُ، وَقَالَ آخَرُ: آدَمُ اصْطَفَاهُ اللَّهُ، فَخَرَجَ عَلَيْهِمْ، فَسَلَّمَ، وَقَالَ: قَدْ سَمِعْتُ كَلَامَكُمْ وَعَجَبَكُمْ: «إِنَّ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلُ اللَّهِ وَهُوَ كَذَلِكَ، وَمُوسَى نَجِيُّ اللَّهِ وَهُوَ كَذَلِكَ، وَعِيسَى رُوحُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ وَهُوَ كَذَلِكَ، وَآدَمُ اصْطَفَاهُ اللَّهُ وَهُوَ كَذَلِكَ، أَلَا وَأَنَا حَبِيبُ اللَّهِ وَلَا فَخْرَ، وَأَنَا حَامِلُ لِوَاءِ الْحَمْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا فَخْرَ، وَأَنَا أَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا فَخْرَ، وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يُحَرِّكُ حِلَقَ الْجَنَّةِ فَيَفْتَحُ اللَّهُ لِي فَيُدْخِلُنِيهَا وَمَعِي فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ وَلَا فَخْرَ، وَأَنَا أَكْرَمُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ وَلَا فَخْرَ».
الـمصدر:
{جامع الترمذي}

dari Ibnu Abbas dia berkata; "Beberapa sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk-duduk sambil menunggu beliau.

lalu beliau keluar, ketika beliau mendekati mereka, beliau mendengarkan percakapan mereka, sebagian dari mereka berkata dengan penuh ketakjuban bahwa Allah telah memilih Ibrahim diatara makhluknya sebagai khalil (kekasih), dan sebagian yang lain berkata; "Apa ada yang lebih istimewa dari pada Musa, karena Allah telah berbicara langsung kepadanya.

" Dan sebagian yang lain berkata: "Isa adalah kalimatullah (tercipta dengan ucapan; "kun, fa yakuun (jadilah, maka jadi")) dan ruhnya." sebagian lagi mengatakan, "Adamlah yang Telah Allah pilih", maka beliau telah keluar kepada mereka dan mengucapkan salam seraya bersabda: "Sungguh aku telah mendengar pembicaraan kalian dan rasa takjub kalian,, sesungguhnya ibrahim adalah khalil (kekasih) Nya dan dia seperti yang kalian katakan.

Begitu juga Musa, ia merupakan orang yang diajak bicara langsung oleh Allah dan dia memang sepertiitu, dan Isa, dia adalah kalimatullah dan ruhnya dan dia memang seperti itu, dan Adam yang telah Allah pilih dan dia memang seperti itu, sementara aku adalah kesayangan Allah bukannya membanggakan diri, akulah pembawa bendera pujian pada hari Kiamat, dan bukan bermaksud membanggakan diri.

Dan aku adalah orang yang pertama kali memberikan syafaat dan yang pertama kali diberi syafaat oleh Allah pada hari kiamat, dan bukan bermaksud membanggakan diri, dan aku adalah orang yang pertama kali menggerakkan rantai surga maka Allah membuka pintu surga dan memasukkan aku kedalamnya bersama orang fakir dari orang-orang yang beriman bukannya bermaksud untuk membanggakan diri, dan aku adalah orang yang paling mullia dari generasi awal hingga akhir disisi Allah bukannya bermaksud untuk membanggakan diri."

Sumber :
(SUNAN TURMUDZI)

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .